Kylie Jenner Masuki Bisnis Alas Kaki: Kolaborasi Khy dengan Gia Borghini Dinilai Langkah Organik
Baca dalam 60 detik
- Kylie Jenner memperluas lini busananya, Khy, ke sektor alas kaki lewat kerja sama dengan label Italia Gia Borghini, menandai diversifikasi portofolio bisnisnya.
- Koleksi perdana mengusung estetika musim panas ala 90-an dengan tiga model sandal yang mengedepankan kenyamanan dan siluet arsitektural khas Italia.
- Langkah ini memperkuat posisi Khy di pasar fesyen global dan berpotensi menarik minat konsumen Indonesia yang menggemari produk selebriti internasional.

Kylie Jenner kembali melebarkan sayap bisnisnya. Melalui label fesyen Khy yang ia dirikan pada 2024, bintang reality show berusia 29 tahun itu resmi memasuki industri alas kaki dengan menggandeng rumah mode asal Italia, Gia Borghini. Kolaborasi ini ia sebut sebagai evolusi alami bagi mereknya, sekaligus menjawab hasrat lamanya terhadap sepatu.
Dalam wawancara dengan FN, Jenner mengungkapkan bahwa sepatu selalu menjadi elemen penting dalam berbusana. "Saya selalu mencintai sepatu—mereka adalah sentuhan akhir yang esensial untuk setiap pakaian," ujarnya. Koleksi perdana ini dirancang untuk menghadirkan nuansa musim panas yang santai namun tetap elegan, terinspirasi gaya 90-an, dengan sentuhan keahlian pengerjaan Italia. Hasilnya adalah siluet-siluet ramping dan arsitektural yang menurut Jenner nyaman dikenakan sepanjang hari.
Koleksi tersebut terdiri dari tiga model andalan: Studio Thong, sandal jepit esensial; Muse Thong, wedge dengan siluet ramping; dan Icon Sandal, sandal bertumit dengan tali dan buckle yang lebih berani. Jenner menekankan bahwa ketiganya dirancang untuk menjadi lemari sepatu serbaguna, mudah dipadukan dengan berbagai gaya, dan memberikan kesan rapi secara instan. "Mereka adalah gaya yang effortless dan nyaman yang membuat pakaian apa pun terasa langsung tersusun," tambahnya.
Langkah ini bukan sekadar ekspansi produk, melainkan strategi diversifikasi yang cermat. Sebelumnya, Jenner telah membuktikan kemampuannya membangun imperium bisnis melalui Kylie Cosmetics yang diluncurkan pada 2014. Perusahaan kosmetik tersebut sukses mengantarkannya meraih status miliarder di usia muda. Menariknya, kesuksesan itu berakar dari rasa tidak percaya diri yang ia ubah menjadi peluang. Dalam wawancara dengan Vogue Australia, ia mengaku terobsesi dengan bibir dan lipstik, yang kemudian menjadi fondasi bisnisnya. "Saya mengubah insecurity saya dengan bibir menjadi model bisnis," tuturnya.
Kini, dengan Khy yang merambah alas kaki, Jenner menunjukkan bahwa ia tidak berhenti berinovasi. Meski Khy baru berdiri setahun, kolaborasi dengan Gia Borghini—label yang dikenal dengan kualitas craftsmanship Italia—memberikan nilai tambah tersendiri. Ini juga menjadi sinyal bahwa persaingan di industri fesyen global semakin ketat, di mana para selebriti tidak hanya mengandalkan nama besar, tetapi juga kualitas produk dan kemitraan strategis.
Bagi pasar Indonesia, fenomena ini menarik untuk dicermati. Produk-produk yang diasosiasikan dengan selebriti internasional seperti Kylie Jenner kerap kali menjadi tren di kalangan konsumen muda perkotaan. Meski harga yang ditawarkan kemungkinan berada di kelas menengah ke atas, permintaan terhadap barang-barang bermerek dengan sentuhan eksklusivitas tetap tinggi. Kehadiran Khy di pasar global juga berpotensi membuka peluang bagi distributor lokal untuk menghadirkan produk ini ke Indonesia, mengingat besarnya basis penggemar Jenner di tanah air.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Khy mampu bersaing dengan brand alas kaki mapan yang sudah lebih dulu menguasai pasar, seperti merek-merek Eropa atau bahkan label lokal yang sedang naik daun. Namun, dengan strategi kolaborasi yang tepat dan basis penggemar yang loyal, bukan tidak mungkin Khy akan menjadi pemain baru yang diperhitungkan. Apakah ini akan menjadi langkah sukses lainnya bagi Kylie Jenner, atau justru menjadi ujian bagi ketangguhan mereknya di tengah persaingan yang semakin sengit? Waktu yang akan menjawab.



