Skotlandia Hancurkan Kanada 170 Run, Debutan Robertson Catat Rekor
Baca dalam 60 detik
- Kapten Richie Berrington memecahkan rekor skor terbanyak Skotlandia dengan 90 six dalam karier ODI-nya.
- Lyle Robertson, pemain debutan berusia 23 tahun, mengambil 6 wicket dan nyaris mencetak hat-trick.
- Kemenangan ini mengokohkan posisi Skotlandia di puncak klasemen Liga 2 Piala Dunia, unggul dua poin dari Amerika Serikat.

Skotlandia membuka jalan menuju Piala Dunia dengan kemenangan telak 170 run atas Kanada dalam lanjutan Liga 2 Piala Dunia Kriket di Forthill. Kapten Richie Berrington mencetak 120 run, sementara debutan Lyle Robertson mengguncang Kanada dengan enam wicket, memastikan supremasi tuan rumah di kandang sendiri.
Berrington yang berusia 39 tahun menunjukkan kelasnya dengan century ketujuh dalam karier one-day international (ODI). Torehan 120 run-nya, yang dihiasi empat six, sekaligus mengantarnya memecahkan rekor skor terbanyak Skotlandia dengan total 90 six, melampaui catatan George Munsey yang sebelumnya memegang rekor dengan 87 six. Penampilan ini menegaskan peran vitalnya sebagai tulang punggung tim di usia yang tidak lagi muda.
Dukungan datang dari Brandon McMullen yang mencetak 64 run dan membangun kemitraan 140 run untuk wicket ketiga bersama Berrington. Setelah kehilangan dua opener cepat di awal inning, Skotlandia bangkit dan menutup inning dengan skor 347-7. Michael Jones (41) dan Matthew Cross (51 tidak keluar) menjaga ritme, sementara Jack Jarvis menyumbang 30 run dari 14 bola, menunjukkan kedalaman skuad Skotlandia.
Di sisi bowling, Robertson, pemain off-spinner asal Falkland, tampil memukau di debut internasionalnya. Ia mengambil enam wicket dengan hanya kebobolan 52 run, termasuk lima wicket dalam 15 bola terakhirnya. Aksi dramatisnya nyaris berujung hat-trick saat ia menyingkirkan Shreyas Movva dan Zahid Shirzad secara beruntun, sebelum akhirnya mengunci kemenangan dengan wicket terakhir Kaleem Sana. Satu-satunya perlawanan Kanada datang dari Pargat Singh yang mencetak 42 run, namun tak cukup untuk menahan laju Skotlandia.
Kemenangan ini menempatkan Skotlandia di puncak klasemen Liga 2 Piala Dunia dengan dua poin di atas Amerika Serikat, meski telah memainkan empat pertandingan lebih banyak. Sebelumnya, Skotlandia telah memastikan tempat di kualifikasi Piala Dunia setelah mengalahkan Kanada pekan lalu. Kini, mereka berpeluang besar untuk tampil di ajang paling prestisius tersebut, meski harus mewaspadai kejaran tim-tim di bawahnya.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi pengingat akan pentingnya pembinaan kriket usia muda. Meski kriket belum populer di Tanah Air, keberhasilan pemain debutan seperti Robertson menunjukkan bahwa talenta muda bisa bersinar di panggung internasional jika diberi kesempatan. Federasi Kriket Indonesia dapat mengambil pelajaran dari pendekatan Skotlandia yang berani menurunkan pemain baru di momen krusial.
Ke depan, Skotlandia akan menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh di babak kualifikasi. Pertanyaannya, mampukah mereka mempertahankan performa ini dan memanfaatkan momentum untuk lolos ke Piala Dunia? Dengan kombinasi pemain senior berpengalaman dan debutan yang haus akan pembuktian, Skotlandia tampaknya siap menulis babak baru dalam sejarah kriket mereka.



