Tuchel Peringatkan Inggris: Belum Layak Juara Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Inggris lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup L setelah mengalahkan Panama, namun performa tim masih jauh dari meyakinkan.
- Pelatih Thomas Tuchel mengakui timnya harus tampil lebih baik, terutama di lini belakang yang kerap kebobolan, jika ingin bersaing dengan tim-tim unggulan.
- Kembalinya Declan Rice di lini tengah diharapkan menjadi kunci perbaikan Inggris, namun keputusan kontroversial Tuchel soal bek kanan masih menjadi sorotan.

Thomas Tuchel, pelatih timnas Inggris, menegaskan bahwa timnya harus tampil lebih baik jika ingin melaju jauh di Piala Dunia 2026, meski sudah memastikan diri lolos ke babak 32 besar sebagai juara Grup L. Kemenangan 2-0 atas Panama di New York New Jersey Stadium, Selasa (25/6) waktu setempat, memang mengamankan posisi puncak grup, namun penampilan Inggris masih menyisakan banyak pekerjaan rumah.
"Kami menuntut diri sendiri untuk memenangi grup, dan hari ini kami berhasil. Tapi saya tahu kami bisa tampil lebih baik," ujar Tuchel kepada BBC Sport usai pertandingan. Inggris hanya unggul tipis berkat gol Jude Bellingham dan Harry Kane, sementara Panama—tim peringkat 42 dunia—mampu menciptakan 13 tembakan tepat sasaran dan nyaris mencetak gol hiburan yang dianulir karena offside.
Kekhawatiran terbesar Tuchel ada di lini pertahanan. Bek kanan Jarell Quansah, yang berposisi asli sebagai bek tengah, harus ditarik keluar karena cedera di babak kedua. Ia menggantikan Reece James yang sudah lebih dulu absen karena cedera hamstring. Situasi ini memaksa Djed Spence, yang sebelumnya menjadi pilihan ketiga, untuk turun sebagai bek kanan. Mantan kapten Inggris Alan Shearer menilai keputusan Tuchel menepikan Trent Alexander-Arnold dari skuad bisa menjadi bumerang. "Kita baru akan tahu apakah keputusan itu tepat saat menghadapi lawan yang lebih kuat," ujar Shearer di BBC Radio 5 Live.
Di sisi lain, penampilan Jude Bellingham menjadi titik terang. Pemain Real Madrid itu mencetak gol pembuka dan memberikan assist untuk gol Kane. Ia dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. "Jika Inggris ingin juara, mereka butuh Bellingham dalam performa terbaiknya. Pertandingan ini menunjukkan dia siap," tulis analis BBC Sport. Marcus Rashford, yang mendapat kesempatan starter setelah Anthony Gordon tampil mengecewakan, juga menunjukkan peningkatan dengan beberapa peluang berbahaya di babak pertama.
Bagi publik Indonesia, perjalanan Inggris di Piala Dunia selalu menarik perhatian, terutama dengan banyaknya penggemar sepak bola Inggris di Tanah Air. Kelemahan di lini belakang yang diekspos Panama menjadi pengingat bahwa tim sekelas Inggris pun tidak kebal terhadap masalah taktik dan cedera. Jika Inggris gagal memperbaiki pertahanan, peluang mereka untuk melaju ke babak selanjutnya—menghadapi DR Kongo atau Senegal di Atlanta—bisa terancam.
Tuchel menyebut babak 32 besar sebagai "babak ketiga" dari perjalanan timnya. Kembalinya Declan Rice yang diistirahatkan karena cedera hamstring di laga melawan Panama diharapkan bisa menstabilkan lini tengah. Namun, dengan jadwal padat dan lawan yang semakin berat, pertanyaan besarnya: mampukah Tuchel meramu strategi yang tepat sebelum semuanya terlambat?



