Dukungan Presiden untuk Timnas DR Congo: Laga Hidup Mati di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Presiden Felix Tshisekedi menyerukan persatuan nasional jelang laga krusial DR Congo melawan Uzbekistan di Piala Dunia 2026.
- Tim berjuluk Leopards itu hanya mengoleksi satu poin dari dua pertandingan dan wajib menang untuk menjaga asa lolos ke fase gugur.
- Partai ini menjadi penampilan perdana DR Congo di Piala Dunia sejak 1974, saat negara itu masih bernama Zaire.

Presiden Republik Demokratik Kongo, Felix Tshisekedi, mengeluarkan seruan emosional kepada tim nasional negaranya menjelang pertandingan hidup mati melawan Uzbekistan di Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6) di Atlanta. Dalam pesan yang diunggah di akun X resmi kepresidenan, Tshisekedi menegaskan laga ini bukan sekadar pertandingan sepak bola, melainkan momen pemersatu bangsa.
"Pertemuan ini bukan hanya tentang sepak bola. Ini adalah momen persatuan nasional, saat seluruh rakyat akan melihat ke arah yang sama, dengan semangat, harapan, dan cinta yang sama terhadap bendera," tulis Tshisekedi. Ia juga menyebut bahwa lebih dari 100 juta warga Kongoโdari keluarga, pemuda, hingga diasporaโakan berdiri di belakang tim.
DR Congo saat ini berada di posisi kritis Grup K dengan hanya mengantongi satu poin dari dua laga. Hasil imbang 1-1 melawan Portugal dan kekalahan tipis dari Colombia membuat mereka wajib mengalahkan Uzbekistan untuk tetap bertahan di turnamen. Di sisi lain, Uzbekistan yang sudah kalah dua kali masih berpeluang lolos jika menang, sehingga laga ini menjadi duel penuh tekanan.
Perjalanan DR Congo menuju Piala Dunia 2026 terbilang dramatis. Mereka nyaris gagal setelah tidak lolos langsung dari babak kualifikasi Afrika, dan hanya bisa melaju melalui jalur play-off sebagai salah satu dari empat runner-up terbaik. Tak banyak yang menyangka tim berjuluk Leopards ini bisa bersaing di panggung dunia setelah absen selama 52 tahun.
Bagi Indonesia, kisah DR Congo menyajikan pelajaran tentang kebangkitan tim yang sempat terpuruk. Sepak bola Indonesia sendiri tengah berjuang untuk menembus Piala Dunia, dan momen seperti ini bisa menjadi inspirasi bahwa perjuangan panjang bukanlah halangan. Dukungan penuh dari kepala negara juga menjadi faktor psikologis yang kerap diabaikan, namun terbukti mampu membangkitkan semangat pemain.
"Saya menyerukan kepada seluruh rakyat Kongo untuk bersatu, dengan semangat dan tanggung jawab, membawa Leopards menuju kemenangan yang kita semua harapkan," demikian imbauan Tshisekedi. Pertandingan ini akan menjadi ujian mental bagi DR Congo: mampukah mereka mengatasi tekanan dan menulis ulang sejarah? Atau justru Uzbekistan yang akan mencuri panggung?



