Jalur Timnas Inggris ke Final Piala Dunia 2026: Ujian Berat Dimulai dari DR Congo
Baca dalam 60 detik
- Inggris memuncaki Grup L dengan tujuh poin, mengalahkan Kroasia dan Panama, serta bermain imbang melawan Ghana.
- Langkah pertama fase gugur adalah melawan DR Congo di Atlanta, tim peringkat 46 dunia yang baru pertama kali lolos ke babak knockout.
- Jika lolos, Inggris berpotensi menghadapi tuan rumah Meksiko di Estadio Azteca, lalu Brasil atau Jepang di perempat final.

Timnas Inggris memastikan tempat di babak gugur Piala Dunia 2026 setelah memuncaki Grup L dengan koleksi tujuh poin. Hasil ini membuka peta jalan yang harus ditempuh anak asuh Thomas Tuchel jika ingin menembus partai puncak di New Jersey, Juli mendatang.
Dalam tiga laga penyisihan, The Three Lions mencatat dua kemenangan atas Kroasia dan Panama serta satu hasil imbang kontra Ghana. Meski performa belum sepenuhnya meyakinkan, raihan tersebut cukup untuk mengungguli Kroasia di posisi kedua, serta Ghana dan Panama di dasar klasemen. Kini, fokus beralih ke babak 32 besar yang akan mempertemukan Inggris dengan DR Congo di Atlanta.
DR Congo, yang finis ketiga di Grup K, bukan lawan yang bisa diremehkan. Tim berjuluk Leopards itu hanya kebobolan tiga gol selama fase grup dan diperkuat sejumlah pemain berpengalaman di Liga Inggris: Yoane Wissa (Newcastle), Aaron Wan-Bissaka (West Ham), Axel Tuanzebe (Burnley), dan Arthur Masuaku (Sunderland). Bagi DR Congo, ini adalah penampilan perdana mereka di babak gugur Piala Dunia sejak pertama kali tampil dengan nama Zaire pada 1974.
Jika berhasil melewati DR Congo, Inggris berpotensi bertemu tuan rumah Meksiko di babak 16 besar. Meksiko menjadi salah satu dari tiga tim yang menyapu bersih kemenangan di fase grup, dengan catatan enam gol dan tanpa kebobolan. Laga nanti akan digelar di Estadio Azteca, stadion berkapasitas 87.500 penonton yang terletak di ketinggian lebih dari 2.100 meter di atas permukaan laut. Faktor altitude ini bisa menjadi tantangan fisik serius bagi pemain Inggris yang tidak terbiasa dengan kondisi tersebut.
Jalan Inggris semakin terjal di perempat final, di mana mereka berpotensi berjumpa Brasil. Tim Samba, yang dilatih Carlo Ancelotti, tampil kurang meyakinkan saat ditahan imbang Maroko 1-1, namun tetap lolos sebagai juara Grup C. Sebelum itu, Brasil harus lebih dulu menaklukkan Jepangโtim yang belum terkalahkan dalam 16 laga terakhir dan pernah mengalahkan Inggris 1-0 di Wembley pada Maret lalu. Alternatif lain di perempat final adalah Pantai Gading atau Norwegia yang diperkuat Erling Haaland.
Jika mampu melaju ke semifinal, Inggris akan kembali ke Atlanta untuk menghadapi calon lawan dari sisi undian yang sama, termasuk Argentina. Tim besutan Lionel Messi tampil sempurna di fase grup dengan tiga kemenangan, dan Messi sendiri telah mencetak lima golโmemecahkan rekor Miroslav Klose sebagai topskor sepanjang masa Piala Dunia. Argentina dijadwalkan bertemu Cape Verde di babak 32 besar, lalu pemenang laga Australia vs Mesir di babak 16 besar.
Di sisi lain undian, sederet tim berat seperti Prancis, Jerman, Spanyol, dan Belanda bersaing memperebutkan tiket final. Prancis dan Jerman bisa bertemu di babak 16 besar, sementara Spanyol berpotensi berhadapan dengan Portugal. Inggris tidak akan menghadapi tim-tim tersebut sebelum partai puncak.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan Inggris ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Piala Dunia 2026. Dengan banyaknya tim kuda hitam seperti DR Congo dan Cape Verde, turnamen ini membuktikan bahwa sepak bola global semakin merata. Pertanyaan besarnya: akankah Inggris mampu melewati rentetan ujian berat ini dan mengulang sukses final Euro 2020 dan 2024?



