Paraguay Tantang Jerman dengan Modal Kalahkan Brasil dan Argentina
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, percaya diri menghadapi Jerman berbekal kemenangan atas Brasil dan Argentina di kualifikasi Piala Dunia.
- Paraguay lolos ke babak 16 besar setelah start buruk, termasuk kalah telak dari tuan rumah Amerika Serikat.
- Miguel Almiron kembali memperkuat Paraguay setelah menjalani skorsing, sementara Diego Gomez absen karena akumulasi kartu kuning.

Pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, mengingatkan bahwa timnya bukanlah lawan yang bisa diremehkan saat berhadapan dengan Jerman pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Senin (30/6) waktu setempat. Keyakinan itu didasari oleh pencapaian Paraguay yang berhasil mengalahkan dua raksasa Amerika Selatan, Brasil dan Argentina, dalam perjalanan kualifikasi mereka.
“Kami sudah menghadapi Argentina dan Brasil, tim-tim dengan level yang sama, bahkan mungkin lebih tinggi dari Jerman. Mereka semua kandidat juara dunia. Kami melalui pertandingan sulit dan berhasil menang,” ujar Alfaro dalam konferensi pers, Minggu (29/6).
Paraguay kembali ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2010, saat mereka tersingkir di perempat final oleh juara akhir Spanyol. Perjalanan kualifikasi mereka dimulai dengan buruk, namun berubah drastis setelah Alfaro ditunjuk sebagai pelatih pada Agustus 2024. Di bawah asuhannya, Paraguay sukses mengalahkan Brasil dan Argentina, dua tim yang secara historis mendominasi sepak bola Amerika Selatan.
Namun, perjalanan Paraguay di turnamen ini tidak mulus. Mereka memulai dengan kekalahan telak 4-1 dari tuan rumah Amerika Serikat, yang hampir membuat mereka tersingkir lebih awal. Kemenangan tipis 1-0 atas Turki, meskipun harus bermain dengan 10 orang sejak menit awal, serta hasil imbang 0-0 melawan Australia, cukup untuk membawa Paraguay melaju ke fase gugur.
Menghadapi Jerman, Paraguay harus kehilangan gelandang Diego Gomez yang terkena akumulasi kartu kuning. Sementara itu, bek tengah Omar Alderete dikabarkan mengalami cedera dan masih diragukan tampil. Namun, kabar baik datang dari Miguel Almiron, pemain kreatif andalan Paraguay, yang kembali setelah menjalani hukuman satu pertandingan akibat kartu merah yang diterimanya saat melawan Turki.
Alfaro, yang sebelumnya menangani Ekuador, Kosta Rika, dan Boca Juniors, mengaku telah menyusun persiapan matang untuk menghadapi Jerman. Ia mengumpulkan banyak data tentang lawan, meskipun hanya memiliki satu sesi latihan sebelum pertandingan di Stadion Gillette, markas tim NFL New England Patriots.
Kapten Paraguay, Gustavo Gomez, menekankan pentingnya pengalaman menghadapi tim-tim kuat Amerika Selatan selama kualifikasi. “Semua yang kami lalui di kualifikasi—menghadapi lawan super kuat seperti Brasil, Uruguay, Argentina, Ekuador, Kolombia—membuat kami terbiasa dengan tekanan. Kami sudah mengatasinya,” ujar Gomez.
Bagi Indonesia, perjalanan Paraguay ini bisa menjadi inspirasi bahwa tim yang dianggap underdog mampu bersaing dengan raksasa dunia. Keberhasilan Paraguay mengalahkan Brasil dan Argentina membuktikan bahwa mentalitas dan strategi yang tepat bisa mengalahkan superioritas teknis. Pertandingan melawan Jerman akan menjadi ujian sejauh mana Paraguay mampu mempertahankan performa mereka di panggung terbesar sepak bola.



