Gempa M5,6 Guncang Pacitan, Getaran Terasa hingga Yogyakarta dan Jawa Tengah
Baca dalam 60 detik
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,6 yang berpusat di tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu siang.
- Guncangan dirasakan dengan intensitas III MMI di Pacitan dan sekitarnya, serta II MMI hingga ke Yogyakarta dan sejumlah kota di Jawa Tengah, tanpa potensi tsunami.
- BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap bangunan retak, serta terus memantau kemungkinan gempa susulan.

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,6 mengguncang wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu (27/6/2026) pukul 14.47 WIB, dengan getaran yang meluas hingga ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan sejumlah kabupaten di Jawa Tengah bagian selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun meminta masyarakat waspada terhadap bangunan yang mungkin retak.
Berdasarkan data BMKG, episenter gempa terletak di koordinat 8,96 Lintang Selatan dan 111,16 Bujur Timur, sekitar 86 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di laut, sekitar 96 kilometer arah tenggara Pacitan. Parameter terbaru menunjukkan kekuatan gempa mencapai M5,3 pada kedalaman 53 kilometer setelah dilakukan pembaruan data.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini termasuk jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Hal ini lazim terjadi di zona subduksi selatan Jawa yang memang aktif secara seismik.
Guncangan gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity) di Pacitan, Wonogiri, Tulungagung, dan Blitar. Pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah, seolah-olah ada truk besar yang melintas. Sementara itu, daerah Kulon Progo, Bantul, Sleman, Yogyakarta, Trenggalek, Malang, Nganjuk, Magetan, Klaten, Ponorogo, dan Jember merasakan getaran dengan intensitas II MMI, yaitu getaran yang dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Wijayanto menambahkan, "Hindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi." Pihaknya akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan dan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.
Gempa ini menjadi pengingat akan tingginya aktivitas seismik di selatan Jawa, yang merupakan jalur pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Masyarakat di pesisir selatan Jawa diharapkan selalu siap siaga, meskipun gempa kali ini tidak memicu tsunami. Ke depan, BMKG akan terus memperbarui data jika terjadi gempa susulan.



