Disney Rebut Hak Siar Global Formula E, Sinyal Perang Streaming Olahraga Makin Panas
Baca dalam 60 detik
- Disney mengamankan hak siar eksklusif Formula E untuk 144 negara melalui Disney+, ESPN, dan ESPN+ di Amerika Serikat.
- Langkah ini memperkuat portofolio olahraga Disney yang sudah mencakup LALIGA, NBA, dan Liga Champions Wanita UEFA, sekaligus menjawab kebutuhan konten live di tengah persaingan platform streaming.
- Dengan debut mobil GEN4 dan kalender 21 seri, Formula E menargetkan pertumbuhan audiens muda, sementara Disney berpotensi memperluas jangkauan pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Disney resmi menggenggam hak siar global ajang balap mobil listrik Formula E untuk 144 wilayah, sebuah langkah strategis yang menegaskan peran konten olahraga langsung sebagai senjata utama dalam perang industri streaming. Kesepakatan multi-tahun ini mencakup penayangan di Disney+ di seluruh dunia, serta ESPN dan ESPN+ untuk pasar Amerika Serikat.
Keputusan Disney ini bukan sekadar menambah daftar tayangan olahraga, melainkan respons atas perubahan perilaku konsumen media yang semakin mengutamakan tayangan langsung. Analis industri menilai siaran langsung olahraga menjadi magnet bagi generasi muda dan mampu mempertahankan loyalitas pelanggan streaming dalam jangka panjang, karena menyediakan agenda rutin yang dinanti setiap pekan.
Musim 2026-27 Formula E akan menjadi ujian perdana kerja sama ini, dengan total 21 putaran yang tersebar di 13 kota, termasuk Jeddah, Austin, Miami, Monako, dan Mexico City. Kompetisi dijadwalkan bergulir mulai 18 Desember di Jeddah dan ditutup dengan putaran final di Tokyo pada 25 Juli tahun berikutnya. Ini adalah kalender terpadat dalam sejarah kejuaraan, menandakan ambisi besar untuk memperluas basis penggemar global.
Bagi Disney, penambahan Formula E melengkapi portofolio olahraga yang sudah mengilap, seperti hak siar LALIGA, NBA, dan Liga Champions Wanita UEFA. Dengan demikian, Disney membangun ekosistem konten yang beragam, dari sepak bola Eropa hingga basket Amerika, dan kini balap mobil listrik yang sedang naik daun. Langkah ini juga menjadi jawaban atas tekanan dari kompetitor seperti Netflix dan Amazon yang mulai merambah siaran langsung olahraga.
Di sisi lain, Formula E yang mayoritas sahamnya dimiliki Liberty Global tengah bersiap meluncurkan mobil generasi keempat, GEN4, yang diklaim sebagai mobil balap listrik tercepat dan paling canggih yang pernah dibuat. Inovasi teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik kompetisi, baik di mata penggemar maupun calon sponsor. Meski nilai kontrak tidak diungkapkan, kesepakatan ini jelas menjadi suntikan finansial signifikan bagi kelangsungan ajang balap yang masih berusaha menembus pasar arus utama.
Formula E sebelumnya bekerja sama dengan CBS Sports di Amerika Serikat, dengan tayangan di CBS, Paramount+, dan The Roku Channel. Kini, perpindahan ke Disney menandakan perubahan arah strategis, meskipun liga menegaskan akan tetap mempertahankan kemitraan dengan stasiun televisi tradisional di berbagai negara. Ini mengindikasikan pendekatan hibrida: tetap menjangkau penonton televisi konvensional sambil merambah platform digital.
Bagi Indonesia, kabar ini membuka peluang baru bagi penggemar balap untuk menikmati aksi Formula E secara lebih mudah melalui Disney+ yang sudah beroperasi di Tanah Air. Dengan basis penggemar olahraga otomotif yang besar, terutama MotoGP dan Formula 1, kehadiran Formula E di platform streaming populer dapat memperluas apresiasi terhadap balap listrik. Namun, pertanyaannya adalah apakah Disney akan menyediakan komentar dalam Bahasa Indonesia atau setidaknya subtitle, mengingat preferensi penonton lokal yang masih mengandalkan siaran televisi. Ke depannya, kesepakatan ini bisa menjadi pintu masuk bagi Formula E untuk lebih agresif memasarkan ajangnya di Asia Tenggara, sekaligus mendorong adopsi kendaraan listrik di kawasan yang sedang bertransformasi.
Dengan kalender yang padat dan teknologi baru, Formula E tampaknya serius mengejar ketertinggalan dari Formula 1. Namun, tantangan terbesar tetap pada bagaimana membangun narasi kompetisi yang menarik di mata publik. Mampukah Formula E memanfaatkan momentum ini untuk menjadi tontonan global yang setara dengan ajang balap lainnya? Jawabannya akan mulai terlihat pada Desember mendatang, saat lampu start di Jeddah menyala untuk pertama kalinya di bawah sorotan Disney.



