Miranda Kerr dan Evan Spiegel Lunasi Utang Medis 250.000 Warga California
Baca dalam 60 detik
- Supermodel Miranda Kerr dan pendiri Snapchat Evan Spiegel menggandeng organisasi nirlaba Undue Medical Debt untuk menghapus utang medis senilai lebih dari US$550 juta.
- Setiap dolar yang disumbangkan ke Undue Medical Debt rata-rata mampu melunasi utang medis senilai US$100, dengan sasaran rumah tangga berpenghasilan rendah.
- Langkah ini menyoroti krisis utang medis di AS yang tidak memiliki sistem jaminan kesehatan universal, berbeda dengan Indonesia yang menerapkan BPJS Kesehatan.

Pasangan selebriti Miranda Kerr dan Evan Spiegel mengumumkan pelunasan utang medis lebih dari 250.000 warga California melalui donasi kepada organisasi nirlaba Undue Medical Debt. Dalam video yang diunggah di Instagram, mereka memastikan surat pemberitahuan yang diterima penerima manfaat adalah asli dan bukan penipuan.
Donasi tersebut, yang jumlahnya tidak diungkapkan, berhasil menghapus utang medis senilai lebih dari US$550 juta. Menurut Undue Medical Debt, setiap dolar yang disumbangkan rata-rata dapat melunasi utang senilai US$100. Organisasi ini membeli utang medis dengan harga diskon dari rumah sakit dan lembaga keuangan, lalu menghapusnya tanpa syarat bagi penerima yang memenuhi kriteria tertentu.
Kerr, pendiri Kora Organics, dan suaminya, CEO Snapchat, menyoroti beban emosional yang ditimbulkan utang medis. โKetika seseorang yang Anda cintai sakit, yang Anda inginkan hanyalah fokus membantu mereka sembuh,โ ujar Kerr dalam video tersebut. โKami ingin mendukung upaya ini agar keluarga bisa fokus merawat orang tercinta.โ
Penerima manfaat tidak perlu mengajukan permohonan; mereka cukup menerima surat yang menyatakan utangnya telah dihapus. Seorang penerima mengaku awalnya ragu, tetapi kemudian berterima kasih kepada pasangan tersebut. โSaya mendapat surat dan bertanya-tanya apakah ini nyata. Sekarang saya tahu siapa di baliknya. Terima kasih telah menggunakan karier dan sumber daya untuk dampak positif,โ tulisnya di kolom komentar.
Krisis utang medis di Amerika Serikat telah menjadi masalah kronis. Menurut data Kaiser Family Foundation, sekitar 41% orang dewasa AS memiliki utang medis. Sistem asuransi kesehatan yang kompleks dan biaya perawatan tinggi membuat banyak keluarga terjerat utang. Langkah Kerr dan Spiegel menyoroti bagaimana filantropi dapat menjadi solusi parsial, meski tidak mengatasi akar masalah struktural.
Di Indonesia, meskipun sistem jaminan kesehatan nasional (BPJS Kesehatan) telah diterapkan, masih ada tantangan seperti kepesertaan informal dan kualitas layanan. Kasus ini mengingatkan bahwa utang medis bisa menjadi beban berat di negara mana pun tanpa perlindungan sosial yang memadai. Namun, pendekatan filantropi semacam ini belum lazim di Indonesia, di mana sebagian besar bantuan lebih bersifat langsung ke pasien atau rumah sakit.
Undue Medical Debt, yang didirikan pada 2014, telah menghapus miliaran dolar utang medis di AS. Model bisnisnya membeli utang dengan harga murah, lalu menghapusnya. Efektivitasnya bergantung pada kesediaan kreditur menjual utang dengan diskon besar. Ke depannya, perluasan program semacam ini bisa menjadi model bagi negara lain, termasuk Indonesia, untuk mengurangi beban utang medis melalui kemitraan publik-swasta.



