Dubes AS Kecam Blokade Pemukim Israel: Tindakan Teror yang Memalukan
Baca dalam 60 detik
- Dukungan AS terhadap Israel berubah drastis saat Duta Besar Mike Huckabee mengutuk blokade pemukim di Qusra sebagai 'tindakan teror'.
- Militer Israel mengerahkan pasukan untuk membongkar pos-pos ilegal, namun warga Palestina tetap terisolasi dan kekurangan pasokan.
- Insiden ini terjadi di tengah perluasan permukiman Ganim, memicu pertanyaan tentang konsistensi kebijakan AS dan dampaknya pada proses perdamaian.

Dalam sebuah langkah yang jarang terjadi, Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, secara terbuka mengecam aksi blokade yang dilakukan pemukim Yahudi terhadap warga Palestina di desa Qusra, Tepi Barat. Huckabee, yang dikenal sebagai pendukung setia permukiman Israel, menyebut tindakan tersebut sebagai 'tindakan teror yang mengerikan' dan 'tidak ada alasan untuk perilaku premanisme semacam itu'. Kecaman ini muncul setelah pemukim memblokade rumah-rumah Palestina, termasuk milik warga negara AS, sejak Minggu, memutus akses makanan dan kebutuhan pokok.
Militer Israel, yang biasanya enggan campur tangan dalam insiden pemukim, akhirnya mengirim pasukan untuk kedua kalinya pada Kamis (13/8) dan membongkar dua pos terdepan, serta menahan satu warga Israel. Namun, saksi mata melaporkan bahwa para pemukim masih bertahan di area tersebut, dan warga Palestina seperti Aisha Hassan yang terjebak di rumahnya mengatakan bahwa wilayah itu sepenuhnya disegel oleh tentara, sehingga tidak ada yang bisa mengirimkan pasokan. Walikota Qusra, Abdel Azim Wadi, mengungkapkan bahwa militer telah mengeluarkan perintah pengosongan sementara untuk rumah-rumah yang dikepung.
Kritik keras dari Huckabee menjadi sorotan karena ia selama ini dikenal sebagai pembela utama permukiman Yahudi di Tepi Barat, bahkan menolak gagasan negara Palestina. Pernyataan ini menandai pergeseran sikap yang signifikan, mengingat Huckabee adalah tokoh yang dekat dengan kalangan evangelis dan pendukung garis keras Israel. Oded Revivi, mantan kepala dewan di permukiman Efrat, mengakui bahwa jika 'sahabat sejati seperti Huckabee' sampai harus memukul meja, maka semua pihak perlu introspeksi dan segera memperbaiki arah.
Konteks Indonesia: Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia secara konsisten mendukung perjuangan Palestina dan mengecam pendudukan Israel. Sikap tegas Dubes AS ini dapat menjadi angin segar bagi upaya diplomasi Indonesia di forum internasional, namun juga menyoroti kompleksitas politik Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas kawasan. Masyarakat Indonesia, yang kerap menyuarakan solidaritas untuk Palestina, akan mengamati apakah kecaman ini akan diikuti tindakan nyata atau hanya sekadar retorika.
Kekerasan pemukim terhadap warga Palestina telah meningkat tajam sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang memicu perang di Gaza. Situasi ini menciptakan tekanan besar pada pemerintahan AS yang selama ini menjadi penengah, namun kini tampak mulai menunjukkan ketidaksabaran terhadap perilaku sekutunya. Pertanyaannya, apakah kecaman Huckabee akan mengubah kebijakan Israel, atau justru semakin memperumit upaya perdamaian yang sudah lama mandek? Yang jelas, warga Palestina di Qusra masih menunggu kepastian akses dan keamanan, sementara dunia menyaksikan apakah kata-kata akan diikuti tindakan.



