TelkomMetra Rekrut Eks Pejabat Bakom dan Eks Pegawai KPK sebagai Komisaris
Baca dalam 60 detik
- Anak usaha Telkom, TelkomMetra, mengangkat Sofian Saleh sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen dalam RUPST 2025.
- Dua komisaris baru, Aderia (eks Bakom) dan Lakso Anindito (eks pegawai KPK yang dipecat karena TWK), menambah warna baru di jajaran pengawas.
- Direktur Utama baru Jati Widagdo berkomitmen melanjutkan transformasi dengan fokus pada kolaborasi dan inovasi.

PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra), anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), melakukan perombakan besar-besaran di jajaran komisaris dan direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Selasa (23/6/2026). Langkah ini diambil untuk memperkuat tata kelola perusahaan di tengah persaingan bisnis teknologi informasi yang semakin ketat.
Dalam RUPST tersebut, TelkomMetra menunjuk Sofian Saleh sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Bersamanya, Arya Anugrah Pratama Kuntadi juga diangkat sebagai Komisaris Independen. Dua nama lain yang masuk jajaran komisaris adalah Aderia dan Lakso Anindito. Yang menarik perhatian adalah latar belakang keduanya: Aderia sebelumnya menjabat sebagai Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media di Badan Komunikasi (Bakom) RI, sementara Lakso Anindito dikenal publik setelah namanya masuk dalam daftar pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipecat karena tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pada 2021.
Di sisi direksi, TelkomMetra mengangkat Jati Widagdo sebagai Direktur Utama menggantikan posisi sebelumnya. Andrew Mawikere dipercaya mengisi posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Jati Widagdo, dalam keterangan tertulis Jumat (26/6/2026), menyatakan komitmennya untuk melanjutkan transformasi perusahaan dengan memperkuat kolaborasi dan inovasi. "Berbagai capaian dan transformasi yang telah diraih menjadi fondasi penting bagi perjalanan perusahaan ke depan. Mari bersama melanjutkan langkah TelkomMetra dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan transformasi untuk terus bertumbuh, menciptakan nilai terbaik, serta memberikan kontribusi yang semakin besar bagi TelkomGroup dan Indonesia," ujarnya.
Perekrutan Lakso Anindito dan Aderia menimbulkan spekulasi di kalangan pengamat. Lakso, yang sempat menjadi sorotan publik karena pemecatannya dari KPK, kini mendapat kepercayaan mengawasi perusahaan BUMN. Sementara Aderia membawa pengalaman dari Bakom, lembaga yang bertugas mengoordinasikan komunikasi pemerintah. Kombinasi ini dinilai dapat memperkuat aspek kepatuhan dan hubungan kelembagaan TelkomMetra.
Bagi investor dan pelaku pasar, perubahan ini menjadi sinyal bahwa TelkomMetra serius memperbaiki tata kelola dan mencari talenta dari berbagai latar belakang. Dengan persaingan di sektor digital yang kian sengit, langkah ini diharapkan mampu mendorong kinerja perusahaan ke depan. Pertanyaan yang muncul adalah apakah pengalaman Lakso di lembaga antikorupsi akan membawa dampak positif pada budaya kepatuhan di TelkomMetra, dan seberapa cepat transformasi yang dijanjikan Jati Widagdo dapat terwujud.



