Rangers Kian Agresif di Bursa Transfer: Couhaib Driouech Siap Jadi Rekrutan ke-10
Baca dalam 60 detik
- Klub Skotlandia Rangers dikabarkan segera mengamankan tanda tangan winger PSV asal Maroko, Couhaib Driouech, dengan proses finalisasi ditargetkan rampung akhir pekan ini.
- Kedatangan pemain berusia 24 tahun itu menjadi bagian dari renovasi besar-besaran skuad yang dijalankan The Gers, dengan total belanja pemain baru mencapai dua digit.
- Langkah ini menegaskan ambisi Rangers untuk bersaing di level tertinggi domestik dan Eropa, sekaligus menjadi sinyal bagi klub-klub Asia termasuk Indonesia akan pentingnya strategi rekrutmen jangka panjang.

Glasgow Rangers semakin serius membangun skuad musim depan. Klub raksasa Skotlandia itu dikabarkan tengah memproses transfer winger PSV Eindhoven, Couhaib Driouech, yang bahkan telah hadir di Ibrox untuk menyaksikan laga melawan Jagiellonia Bialystok. Jika tidak ada aral, pemain berpaspor Maroko itu akan diresmikan sebagai rekrutan kesepuluh pada Jumat pekan ini.
Kedatangan Driouech menjadi sinyal ambisi Rangers yang tak main-main di bursa transfer musim panas ini. Setelah mendatangkan Daisuke Yokota dari Hannover pekan lalu, kini giliran pemain sayap kiri berusia 24 tahun itu yang diproyeksikan memperkuat lini serang. Manajemen klub bahkan mengisyaratkan masih akan ada tiga hingga lima wajah baru lagi sebelum jendela transfer ditutup.
Driouech bukan nama asing di kancah sepak bola Eropa. Sebelum bergabung dengan PSV pada musim panas 2024, ia menghabiskan tiga musim bersama Excelsior Rotterdam dan mencatatkan 101 penampilan dengan 16 gol. Musim lalu, kontribusinya di PSV cukup impresif: sembilan gol dan delapan assist dalam 40 pertandingan. Namun, persaingan ketat di lini depan membuatnya lebih sering duduk di bangku cadangan, termasuk hanya sekali menjadi starter di delapan laga Liga Champions.
Kiprahnya di level internasional juga patut diperhitungkan. Lahir di Haarlem, Driouech sebenarnya memiliki opsi membela Belanda atau Prancis, namun ia memilih membela timnas Maroko U-23 dan turut mengantarkan negaranya menjuarai Piala Afrika U-23. Kecepatan, kelincahan, dan penyelesaian akhir yang presisi menjadi keunggulan utamanya, ditambah fleksibilitasnya bermain di kedua sisi sayap.
Bagi pengamat sepak bola, langkah Rangers ini menunjukkan pergeseran strategi klub-klub Eropa menengah dalam memanfaatkan bursa transfer untuk membangun skuad kompetitif tanpa harus mengeluarkan biaya fantastis. Driouech, yang direkrut dengan nilai transfer tidak disebutkan, dinilai sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan.
Fenomena ini juga relevan bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Klub-klub Liga 1 mulai meniru pola rekrutmen berbasis data dan pemain muda potensial dari liga Eropa sekunder, seperti yang dilakukan Rangers. Keberanian mengambil pemain dengan jam terbang tinggi di kompetisi Eropa, meski tidak selalu menjadi starter, bisa menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub Tanah Air yang ingin bersaing di level Asia.
Dengan masih adanya peluang penjualan pemain, termasuk Mohamed Diomande yang sudah dilepas ke klub Turki, Rangers tampaknya serius merombak skuad. Pertanyaannya, apakah Driouech mampu langsung beradaptasi dengan kerasnya persaingan di Liga Skotlandia dan membuktikan bahwa ia layak menjadi pilar utama? Atau justru akan kembali menjadi pelapis seperti di PSV? Musim depan akan menjadi jawabannya.



