Tottenham Siapkan Pengganti Porro dan Spence: Daniel Munoz Jadi Target Utama
Baca dalam 60 detik
- Tottenham melepas Djed Spence ke Inter Milan dan Cristian Romero ke Atletico Madrid, membuka ruang untuk rekrutan baru di lini belakang.
- Daniel Munoz, bek sayap Crystal Palace, menjadi kandidat kuat dengan catatan serangan impresif, mengungguli Porro dan Spence dalam berbagai metrik.
- Jika transfer ini terwujud, Spurs akan mendapatkan wing-back berpengalaman yang siap bersaing di Premier League, meski usianya sudah 30 tahun.

Lini pertahanan Tottenham Hotspur sedang menjalani transformasi besar-besaran pada bursa transfer musim panas ini. Setelah melepas Cristian Romero ke Atletico Madrid dan Djed Spence yang dikabarkan segera bergabung dengan Inter Milan, klub asal London utara itu kini fokus mencari pengganti yang tepat. Sorotan utama mengarah pada Daniel Munoz, bek sayap Crystal Palace yang dinilai sebagai peningkatan signifikan dibandingkan dua pemain yang hengkang.
Keputusan Tottenham untuk merombak sektor belakang bukan tanpa alasan. Dalam beberapa musim terakhir, performa pertahanan mereka kerap menjadi sorotan tajam, bahkan sejak era Ange Postecoglou. Kedatangan Roberto De Zerbi sebagai pelatih kepala membawa angin segar, tetapi juga menuntut perubahan komposisi pemain. Sebelumnya, De Zerbi telah mendatangkan Marcos Senesi, Andy Robertson, dan Jan Paul van Hecke, menunjukkan keseriusan dalam membangun lini belakang baru.
Djed Spence, yang sempat dipinjamkan ke Rennes, Leeds United, dan Genoa, akhirnya mendapatkan tempat reguler di bawah asuhan Thomas Frank. Penampilannya di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Inggris berhasil menaikkan nilai jualnya. Namun, di bawah De Zerbi, Spence hanya menjadi starter dalam tiga dari delapan laga terakhir musim lalu, sebuah sinyal bahwa masa depannya di Spurs sudah berakhir. Transfer ke Inter Milan dengan nilai sekitar ยฃ25 juta dianggap sebagai kesepakatan yang menguntungkan bagi Tottenham.
Sementara itu, Pedro Porro, yang tampil gemilang di Piala Dunia dengan mencetak gol di semifinal dan membawa Spanyol juara, justru menunjukkan performa yang kurang konsisten di musim 2025/26. Meski menjadi starter dalam 32 dari 34 laga Premier League, kontribusi ofensifnya menurun drastis. Porro hanya terlibat dalam 0,19 big chances per 90 menit dan mencetak 0,03 gol non-penalty per 90 menit, jauh di bawah standar seorang wing-back serang.
Di sinilah Daniel Munoz muncul sebagai kandidat ideal. Menurut insider Spurs, Paul O'Keefe, Tottenham dikabarkan "menyukai" pemain berusia 30 tahun tersebut dan sedang menjajaki kemungkinan transfer. Munoz, yang dijuluki Jamie Carragher sebagai "wing-back terbaik di Premier League", memiliki catatan luar biasa: berada di 8% terbaik untuk gol non-penalty per 90 menit dan 9% terbaik untuk big chances per 90 menit di antara pemain sekelasnya di liga-liga top Eropa. Dengan 0,45 big chances per 90 menit dan 0,30 peluang tercipta dari open play, ia jauh mengungguli Porro dan Spence dalam hal produktivitas.
Ketertarikan Tottenham pada Munoz bukan tanpa hambatan. Everton juga dikabarkan mengincar pemain asal Kolombia tersebut, sehingga persaingan akan ketat. Namun, jika diberi pilihan, Munoz diyakini akan memilih London daripada Merseyside. Pengalamannya di Premier League bersama Crystal Palace menjadi nilai tambah, mengingat Spurs musim ini banyak merekrut pemain yang sudah terbukti di kompetisi Inggris.
Dari sudut pandang Indonesia, pergerakan Tottenham di bursa transfer ini menarik untuk diikuti, terutama bagi penggemar sepak bola yang kerap menjadikan Premier League sebagai liga favorit. Kehadiran pemain seperti Munoz tidak hanya meningkatkan kualitas tim, tetapi juga menambah daya tarik kompetisi. Selain itu, keputusan Spurs melepas pemain muda seperti Spence bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, tentang pentingnya manajemen karier pemain dan strategi transfer yang cerdas.
Jika transfer Munoz terwujud, Tottenham akan mendapatkan wing-back dengan kemampuan menyerang yang tajam, sekaligus solid dalam bertahan. Dengan usia yang masih produktif, Munoz bisa menjadi investasi jangka pendek yang berdampak besar. Namun, pertanyaannya adalah: apakah De Zerbi mampu mengintegrasikannya ke dalam skema permainan yang diinginkan? Atau akankah ini menjadi perombakan yang sia-sia seperti musim-musim sebelumnya? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: bursa transfer Tottenham musim panas ini akan menjadi salah satu yang paling menarik untuk disaksikan.



