Markas Judi Online di Hayam Wuruk Dibongkar, 287 WNA Jadi Tersangka
Baca dalam 60 detik
- Polri menetapkan 287 warga negara asing sebagai tersangka dalam penggerebekan sindikat judi online di Jakarta Barat, dengan barang bukti mencapai Rp8,7 miliar.
- Mayoritas tersangka berasal dari Vietnam (185 orang) dan China (76 orang), menunjukkan jaringan internasional yang terorganisir.
- Penyidik masih mengembangkan kasus untuk menjerat pelaku dengan pasal pencucian uang dan melacak aliran dana ke perusahaan penjamin.

Bareskrim Polri resmi menetapkan 287 warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus sindikat judi online yang beroperasi di Gedung Perkantoran Hayam Wuruk Plaza, Jakarta Barat. Penggerebekan yang dilakukan pada Sabtu (9/5) lalu berhasil mengamankan total 322 orang, namun 35 di antaranya masih dalam proses pendalaman.
Wakabareskrim Polri, Irjen Nunung Syaifudin, mengungkapkan rincian kewarganegaraan para tersangka dalam konferensi pers, Jumat (26/6). Dari 287 tersangka, 185 di antaranya berasal dari Vietnam, 76 dari China, 15 dari Myanmar, enam dari Thailand, tiga dari Laos, dan dua dari Malaysia. Keberagaman asal negara ini menegaskan bahwa operasi judi online tersebut merupakan jaringan lintas batas yang terorganisir rapi.
Dalam penggerebekan, penyidik menyita barang bukti elektronik dalam jumlah besar: 594 unit telepon genggam, 382 laptop, 179 monitor dan komputer, 11 unit Mac Mini, serta berbagai router dan perangkat digital lainnya. Selain itu, uang tunai senilai Rp8,7 miliar dalam bentuk rupiah dan mata uang asing turut diamankan, bersama dengan 155 paspor. Barang bukti ini menunjukkan skala operasi yang masif dan profesional.
Nunung menambahkan bahwa pihaknya terus mengembangkan kasus ini untuk melacak aliran dana dan aset kejahatan. Penyidik juga mendalami kemungkinan penerapan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) serta peran perusahaan penjamin yang memfasilitasi keberadaan para WNA tersebut. Langkah ini penting untuk memutus rantai ekonomi sindikat dan mencegah mereka kembali beroperasi.
Penggerebekan di Hayam Wuruk menjadi salah satu operasi terbesar Polri dalam memberantas judi online yang marak di Indonesia. Kehadiran ratusan WNA yang diduga sebagai operator menunjukkan bahwa Indonesia menjadi salah satu basis operasi jaringan internasional. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan imigrasi dan perizinan tenaga kerja asing, terutama terkait perusahaan yang menjadi penjamin mereka.
Ke depan, publik menanti apakah Polri mampu mengungkap jaringan lebih luas, termasuk pihak-pihak di Indonesia yang mungkin terlibat dalam pendanaan atau perlindungan operasi ini. Dengan potensi kerugian ekonomi dan sosial yang ditimbulkan, kasus ini menjadi ujian bagi penegakan hukum di era digital.



