Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Taruhan Global, Industri Judi Raup Cuan Besar
Baca dalam 60 detik
- Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi ajang taruhan terbesar sepanjang sejarah, dengan total taruhan global diperkirakan menembus 50 miliar dolar AS.
- Legalitas judi olahraga yang meluas di AS menjadi pendorong utama, dengan akses populasi ke taruhan legal naik dari 40% menjadi 65% sejak 2022.
- Operator besar seperti Flutter dan DraftKings mencatat lonjakan jumlah pelanggan aktif hingga lima kali lipat dibanding edisi Qatar 2022.

Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko belum genap memasuki fase gugur, namun telah mencetak rekor baru di industri taruhan olahraga global. Dengan format diperluas menjadi 48 tim dan 104 pertandingan, ajang empat tahunan ini diproyeksikan menjadi peristiwa taruhan terbesar sepanjang masa, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Piala Dunia 2022 di Qatar.
Menurut laporan Macquarie, total nilai taruhan global untuk Piala Dunia 2026 diperkirakan melampaui 50 miliar dolar AS, naik signifikan dari 35 miliar dolar pada edisi sebelumnya. Lonjakan ini tidak terlepas dari perubahan regulasi di Amerika Serikat, di mana akses penduduk terhadap taruhan legal meningkat dari sekitar 40 persen pada 2022 menjadi 65 persen saat ini. Faktor lain adalah jumlah pertandingan yang lebih banyak dan jadwal kick-off yang lebih ramah bagi pasar utama, termasuk AS dan Eropa.
Flutter Entertainment, perusahaan judi online terbesar di dunia yang menaungi FanDuel, Paddy Power, Betfair, dan Sky Bet, menyatakan optimisme tinggi. Juru bicara Flutter mengungkapkan bahwa perusahaannya memperkirakan akan memiliki sekitar 10 juta pelanggan aktif di berbagai platform selama turnamen, dengan volume taruhan mencapai 100.000 taruhan per menit pada puncak pertandingan. "Secara keseluruhan, kami memperkirakan jumlah taruhan setidaknya dua kali lipat dari yang kami alami di Qatar," ujarnya.
DraftKings, raksasa taruhan AS, melaporkan lonjakan aktivitas yang luar biasa. Greg Karamitis, wakil presiden eksekutif bidang olahraga di DraftKings, mengatakan bahwa pertandingan pembuka AS dan Brasil menjadi dua laga sepak bola terbesar dalam sejarah perusahaan, baik dari segi jumlah pelanggan aktif maupun total taruhan. "Kami melihat peningkatan 3 kali lipat pada pelanggan prediksi pertama kali dan kenaikan 87 persen dalam volume perdagangan prediksi sejak turnamen dimulai. Di sisi Sportsbook, volume taruhan naik 5 kali lipat dibanding Piala Dunia 2022," jelas Karamitis.
Deutsche Bank memperkirakan total taruhan di AS untuk Piala Dunia ini mencapai 3,3 miliar dolar AS, hampir dua kali lipat dari proyeksi Super Bowl tahun ini. Angka tersebut didorong oleh dominasi FanDuel dan DraftKings di pasar domestik. Sementara itu, Entain Group yang memiliki merek Ladbrokes, Coral, BetMGM, dan bwin, mengakui bahwa jadwal pertandingan yang menguntungkan dan kehadiran di AS serta Brasil menjadi faktor kunci. Namun, CEO Entain Stella David sebelumnya memperingatkan bahwa awal turnamen bisa menjadi "rollercoaster" karena banyaknya tim dan pertandingan dengan skor tinggi yang tidak seimbang.
Di Inggris, bet365 telah membayar 30 juta pound sterling (sekitar 39,5 juta dolar AS) dalam 11 hari pertama turnamen akibat klausul penggantian pemain yang memungkinkan taruhan dialihkan jika pemain yang dipasang diganti. William Hill juga mencatat pembayaran enam digit untuk gol pertama Lionel Messi dan pembayaran tujuh digit dalam periode delapan menit bagi pelanggan yang bertaruh pada tuan rumah Meksiko untuk mencetak gol pertama. Pertandingan Inggris melawan Kroasia yang berakhir 4-2 menjadi ajang taruhan terbesar dalam sejarah William Hill.
Meski antusiasme tinggi, analis Macquarie mengingatkan bahwa Piala Dunia 39 hari ini lebih merupakan peluang untuk menarik pelanggan baru daripada pendorong pendapatan jangka pendek. "Dampak finansial utama akan bergantung pada kemampuan mengonversi pemain ini menjadi petaruh multi-olahraga yang berulang," tulis Macquarie dalam catatannya. Pertanyaan besarnya: bisakah operator judi mempertahankan momentum setelah turnamen usai?



