Skotlandia Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Mimpi Berakhir Setelah 28 Tahun Menanti
Baca dalam 60 detik
- Skotlandia gagal melaju ke babak 16 besar setelah hanya menempati peringkat ketiga di grup dan tidak masuk dalam delapan besar tim peringkat ketiga terbaik.
- Kekalahan 3-0 dari Brasil dan 1-0 dari Maroko, serta kemenangan tipis 1-0 atas Haiti, membuat Skotlandia pulang lebih awal.
- Kepastian eliminasi terjadi setelah Kroasia mengalahkan Ghana 2-1, menghapus harapan Skotlandia yang bergantung pada hasil laga lain.

Skotlandia harus mengubur mimpi untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 setelah secara resmi tersingkir pada Sabtu (27/6) waktu setempat. Tim berjuluk Tartan Army itu gagal masuk dalam delapan besar tim peringkat ketiga terbaik, sehingga langkah mereka terhenti di fase grup dengan catatan satu kemenangan dan dua kekalahan.
Kepastian eliminasi ini tak lepas dari hasil pertandingan Grup L yang mempertemukan Kroasia melawan Ghana. Skotlandia sejatinya masih memiliki secercah harapan jika Ghana mampu mengalahkan Kroasia dengan selisih gol besar. Namun, Kroasia justru menang 2-1, memupus segala kemungkinan bagi Skotlandia untuk lolos sebagai salah satu dari empat tim peringkat ketiga terbaik.
Perjalanan Skotlandia di turnamen ini dimulai dengan manis saat mereka mengalahkan Haiti 1-0 di laga pembuka. Namun, dua kekalahan beruntun—1-0 dari Maroko dan 3-0 dari Brasil—menyudahi langkah mereka. Catatan tersebut membuat Skotlandia finis di posisi ketiga Grup C dengan tiga poin, tertinggal dari Brasil dan Maroko yang lolos ke babak gugur.
Bagi para penggemar sepak bola Indonesia, kisah Skotlandia mungkin terasa dekat. Timnas Indonesia sendiri masih berjuang untuk menembus putaran final Piala Dunia, dan perjuangan Skotlandia menjadi pengingat betapa beratnya kompetisi di level tertinggi. Meski hanya meraih satu kemenangan, kehadiran Skotlandia di Amerika Serikat telah membangkitkan nostalgia era 90-an ketika mereka terakhir kali berlaga di Prancis 1998.
Menurut analis sepak bola internasional, kegagalan Skotlandia menunjukkan betapa tipisnya margin antara sukses dan gagal di turnamen sebesar ini. “Skotlandia sebenarnya tidak tampil buruk. Mereka hanya kalah dari dua tim unggulan, Brasil dan Maroko, dan berhasil mengalahkan Haiti. Namun, di Piala Dunia, detail kecil seperti selisih gol bisa menjadi penentu,” ujar seorang pengamat yang enggan disebut namanya.
Dengan tersingkirnya Skotlandia, babak gugur Piala Dunia 2026 akan berlangsung tanpa kehadiran tim dari Kepulauan Britania. Inggris sendiri masih berpeluang lolos, namun Skotlandia harus menunggu setidaknya empat tahun lagi untuk mencoba peruntungan. Pertanyaan besarnya: akankah generasi baru pemain Skotlandia mampu membawa tim ini kembali ke panggung utama sepak bola dunia?



