Korea Selatan Tersingkir? Peluang ke 32 Besar Bergantung pada Laga Lain
Baca dalam 60 detik
- Kekalahan 1-0 dari Afrika Selatan membuat Korea Selatan harus bergantung pada hasil pertandingan lain untuk lolos sebagai peringkat tiga terbaik.
- Afrika Selatan untuk pertama kalinya dalam sejarah lolos ke fase gugur Piala Dunia setelah gol tunggal Thapelo Maseko pada menit ke-63.
- Keputusan pelatih Hong Myung-bo menyimpan Son Heung-min di bangku cadangan tidak membuahkan hasil karena tim gagal menemukan ritme permainan.

Korea Selatan harus pasrah menunggu hasil pertandingan lain setelah takluk 1-0 dari Afrika Selatan dalam laga pamungkas Grup A Piala Dunia 2026 di Estadio Monterrey, Meksiko, Rabu (24/6). Gol tunggal Thapelo Maseko pada menit ke-63 tidak hanya memupus asa Taegeuk Warriors untuk lolos otomatis, tetapi juga mengukir sejarah bagi Afrika Selatan yang untuk pertama kalinya menembus babak knockout.
Dengan tiga poin dari tiga laga, Korea Selatan masih berpeluang menjadi salah satu dari empat peringkat ketiga terbaik yang melaju ke 32 besar. Namun, skenario itu sepenuhnya bergantung pada hasil pertandingan grup lain. Sementara itu, Afrika Selatan mengoleksi empat poin dan finis di posisi kedua di bawah Meksiko yang memuncaki klasemen. Mereka akan berhadapan dengan tuan rumah Kanada di Los Angeles pada 28 Juni.
Keputusan kontroversial pelatih Hong Myung-bo untuk tidak menurunkan kapten Son Heung-min sejak menit awal menjadi sorotan. Hong berharap sang bintang bisa memanfaatkan ruang dan kelelahan pemain Afrika Selatan di babak kedua. "Kami pikir ketika lawan kehilangan energi, akan lebih baik menggunakan Son di akhir pertandingan," ujar Hong. Namun, strategi itu gagal total. Korea Selatan mendominasi penguasaan bola tetapi tidak mampu menciptakan peluang berbahaya, bahkan setelah Son masuk pada babak pertama.
Afrika Selatan, yang gagal lolos dari fase grup pada tiga edisi Piala Dunia sebelumnya (1998, 2002, 2010), tampil disiplin dan efektif. Pelatih Hugo Broos memuji organisasi timnya. "Secara taktis kami sangat baik, dan sulit bagi Korea Selatan untuk menemukan ruang," kata Broos. Ia menambahkan bahwa 20 menit setelah gol terasa menegangkan, tetapi kemenangan ini adalah buah kerja keras selama lima tahun.
Jalannya pertandingan memperlihatkan dominasi awal Korea Selatan. Pada menit kedua, sundulan Kim Min-jae berhasil dihalau di garis gawang oleh Aubrey Modiba, disusul tembakan Lee Kang-in yang melambung. Namun, Afrika Selatan perlahan bangkit. Peluang emas pertama mereka datang pada menit ke-19 ketika Maseko berlari mengejar umpan terobosan, tetapi dihentikan oleh tekel sempurna Lee Gi-hyuk. Kiper Kim Seung-gyu kemudian melakukan penyelamatan ganda gemilang, menepis tendangan Thalente Mbatha dan memblok upaya lanjutan Evidence Makgopa.
Meski terus ditekan, Korea Selatan gagal memanfaatkan peluang. Gol yang dinanti justru datang dari Afrika Selatan. Umpan terukur Moremi diterima Maseko, yang dengan tenang menggeser bola ke kaki kiri dan melepaskan tembakan mendatar ke pojok kanan gawang. Gol itu memastikan tiket ke babak 32 besar bagi Afrika Selatan, sekaligus membuat Korea Selatan harus bergantung pada nasib.
Bagi Indonesia, pertandingan ini menjadi pengingat betapa pentingnya strategi yang tepat dalam turnamen sekelas Piala Dunia. Keputusan menyimpan pemain bintang seperti Son Heung-min bisa menjadi bumerang jika tidak diimbangi dengan permainan kolektif yang solid. Sementara itu, keberhasilan Afrika Selatan menunjukkan bahwa disiplin taktik dan kerja sama tim mampu mengalahkan tim yang secara individu lebih diunggulkan.
Ke depan, Korea Selatan masih memiliki secercah harapan. Namun, mereka harus berdoa agar hasil pertandingan grup lain berpihak. Apakah strategi Hong Myung-bo yang berisiko akan terbayar, atau justru menjadi awal kegagalan di Piala Dunia 2026? Jawabannya akan diketahui dalam beberapa jam ke depan.



