Puad Zarkashi Hengkang dari Umno: Tuding Campur Tangan Eksternal di Johor
Baca dalam 60 detik
- Mantan Ketua DPRD Johor, Puad Zarkashi, mengundurkan diri dari Umno dengan alasan intervensi eksternal dalam partai.
- Langkah ini kontras dengan kembalinya sejumlah tokoh senior Umno, memicu spekulasi soal dinamika internal partai.
- Puad mengisyaratkan pengumuman besar terkait calon Barisan Nasional untuk pemilu Johor mendatang.

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Johor, Datuk Dr Mohd Puad Zarkashi, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya dari Umno pada Kamis (25/6). Keputusan ini, menurut Puad, bukan didorong oleh kepentingan pribadi, melainkan oleh keprihatinan terhadap apa yang ia sebut sebagai campur tangan pihak luar dalam urusan Umno Johor.
Dalam pernyataannya, Puad menegaskan bahwa ia meninggalkan partai secara sukarela. Ia mempertanyakan mengapa ia harus pergi justru saat Umno dianggap cukup kuat untuk bertarung sendiri di 56 kursi. "Beberapa orang akan menuduh saya meninggalkan Umno demi kepentingan pribadi. Mengapa saya harus pergi ketika Umno dipandang cukup kuat untuk bertarung di 56 kursi sendiri?" ujarnya.
Keputusan Puad ini menjadi kontras dengan kabar kembalinya sejumlah tokoh senior Umno, seperti mantan ketua sayap pemuda Khairy Jamaluddin, mantan wakil presiden Datuk Seri Hishammuddin Hussein, dan Tan Sri Noh Omar. Puad melontarkan pertanyaan retoris, "Pertanyaannya, siapa yang punya kepentingan pribadi, mereka atau saya?"
Menjelaskan alasannya, Puad mengklaim bahwa Umno Johor tidak lagi memiliki kebebasan untuk mengambil keputusan sendiri. Ia mengaku siap menghadapi kritik dan bahkan risiko keselamatan pribadi akibat pernyataannya. "Saya sadar pernyataan ini bisa mengundang kritik dan bahkan risiko bagi keselamatan saya, tapi saya siap menghadapi konsekuensinya," katanya.
Pada hari yang sama, Puad juga mengisyaratkan akan ada pengumuman besar pada Sabtu (27/6) terkait susunan calon Barisan Nasional untuk pemilu Johor yang akan datang. Hal ini menambah spekulasi bahwa langkah Puad mungkin terkait dengan dinamika internal koalisi.
Bagi pengamat politik Malaysia, hengkangnya Puad menandai babak baru dalam pergulatan internal Umno, terutama di tingkat negara bagian. Isu campur tangan eksternal yang ia angkat bisa menjadi indikasi adanya perpecahan atau tekanan dari pusat. Sementara itu, kembalinya tokoh-tokoh seperti Khairy dan Hishammuddin menunjukkan bahwa Umno masih menjadi magnet bagi politisi senior, namun tidak bagi semua kalangan.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah langkah Puad akan diikuti oleh kader lain, dan bagaimana dampaknya terhadap soliditas Umno menjelang pemilu Johor. Pengumuman yang dijanjikan pada 27 Juni mungkin akan memberikan gambaran lebih jelas tentang arah politik Puad dan koalisi Barisan Nasional.



