Said Iqbal Bantah Klaim 1,3 Juta Anggota Partai Buruh Mundur: Dinamika Biasa
Baca dalam 60 detik
- Presiden Partai Buruh Said Iqbal merespons santai klaim pengunduran diri Sekjen Ferri Nuzarli dan 1,3 juta anggota ORI, menyebutnya sebagai dinamika internal yang lumrah.
- Ferri Nuzarli mengumumkan mundur dari jabatan sekjen dan keluar dari Partai Buruh bersama sayap politik ORI akibat perbedaan pandangan yang semakin mendasar.
- Partai Buruh tetap melantik pengurus pleno pusat dan daerah pada Senin (29/6), serta memastikan kursi sekjen akan diisi kader internal.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal akhirnya angkat bicara mengenai pernyataan Sekretaris Jenderal Ferri Nuzarli yang mengklaim dirinya bersama 1,3 juta anggota Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) keluar dari partai. Said menegaskan bahwa pengunduran diri kader adalah hal biasa dalam dinamika partai dan tidak akan menggoyahkan soliditas Partai Buruh.
"Terhadap klaim sahabat saya tersebut, saya tidak ada komentar, apalagi terkait anggota 1,3 juta tersebut," ujar Said kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (27/6) malam. Ia menekankan bahwa partainya tetap fokus pada agenda ke depan, termasuk pelantikan pengurus pleno tingkat pusat serta pengurus di 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota yang dijadwalkan pada Senin (29/6). Said juga memastikan posisi sekretaris jenderal yang ditinggalkan Ferri akan diisi oleh kader internal partai.
Sebelumnya, Ferri Nuzarli mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan sekjen sekaligus keluar dari Partai Buruh, efektif per Jumat (26/6). Keputusan ini diambil setelah ORI—sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang dipimpin Andi Gani Nena Wea—menilai telah terjadi perbedaan pandangan, sikap, dan arah perjuangan yang semakin mendasar dengan Partai Buruh. ORI merupakan salah satu dari 11 organisasi inisiator pendirian Partai Buruh pada Kongres I Oktober 2021.
Ferri mengklaim bahwa seluruh anggota ORI yang berjumlah sekitar 1,3 juta orang ikut mundur secara kolektif. Ia menginstruksikan kader ORI dan KSPSI Andi Gani yang masih menduduki jabatan struktural di Partai Buruh, dari pusat hingga kecamatan, untuk segera menyampaikan surat pengunduran diri administratif. Daerah yang terdampak meliputi Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.
Menurut Ferri, persoalan internal sebenarnya telah lama diupayakan diselesaikan secara kekeluargaan, namun masalah terus bertambah hingga akhirnya ORI memutuskan mengakhiri kerja sama politik. "Kalau ditanya berapa persen pengaruhnya, ya otomatis separuhnya," ucap Ferri, mengindikasikan bahwa ORI merupakan komponen terbesar di Partai Buruh.
Di sisi lain, Said Iqbal menampik bahwa pengunduran diri massal tersebut akan berdampak signifikan. Ia menegaskan bahwa partainya tetap solid dan akan segera mengisi kekosongan kursi sekjen dengan kader internal. Langkah pelantikan pengurus di seluruh Indonesia pada Senin mendatang menjadi sinyal bahwa Partai Buruh tidak goyah oleh gejolak internal ini.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Partai Buruh mampu mempertahankan basis massanya di tengah hengkangnya sayap politik terbesar, atau justru akan muncul faksi baru yang memperkuat posisi Said Iqbal. Dinamika ini akan menjadi ujian bagi konsolidasi partai menjelang kontestasi politik ke depan.



