Lagerback Ingatkan Swedia: Solidaritas Kunci Hadapi Jepang di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Mantan pelatih Swedia Lars Lagerback memperingatkan timnya agar tidak mengulangi kesalahan saat dihajar Belanda 5-1 jika ingin lolos dari grup.
- Swedia harus mengalahkan Jepang di laga pamungkas Grup F untuk menghindari tersingkir di fase grup pertama kali sejak 1990.
- Lagerback menilai Jepang sebagai tim yang sangat terorganisir dan efektif, meski secara fisik kurang kuat.

Lars Lagerback, arsitek di balik sukses Swedia melaju ke babak 16 besar pada Piala Dunia 2002, kembali angkat bicara menjelang laga hidup-mati timnas Swedia melawan Jepang di Piala Dunia 2026, Jumat (26/6) waktu setempat. Dalam wawancara dengan FIFA, Lagerback menekankan satu hal: solidaritas tim adalah segalanya.
Swedia saat ini berada di posisi ketiga Grup F dengan tiga poin, tertinggal satu angka dari Belanda dan Jepang. Kekalahan telak 5-1 dari Belanda pada pertandingan kedua menjadi pukulan berat, apalagi sebelumnya mereka sukses menghancurkan Tunisia dengan skor identik. Kini, melawan Jepang di Dallas, Swedia wajib menang jika tak ingin pulang lebih awal โ sebuah skenario yang terakhir terjadi pada 1990.
Lagerback, yang juga menukangi Nigeria di Piala Dunia 2010, mengingat betul bagaimana rasanya tersingkir secara dramatis oleh Senegal lewat golden goal Henri Camara pada 2002. โItu pengalaman pertama saya merasakan kekalahan seperti itu. Perasaan aneh ketika pertandingan tiba-tiba berakhir. Rasanya lebih mengecewakan,โ kenangnya.
Menurut Lagerback, masalah utama Swedia saat ini adalah pertahanan yang rapuh. Sejak Graham Potter mengambil alih kursi pelatih, gawang Swedia sudah kebobolan terlalu banyak gol. โMelawan Belanda, mereka kehilangan tiga, empat, atau lima persen performa, dan itu cukup untuk kalah dari tim bagus. Saya berharap mereka lebih realistis dan bermain lebih kompak,โ ujarnya.
Di sisi lain, Lagerback memuji permainan Jepang asuhan Hajime Moriyasu. โMereka bermain cepat dan sangat efektif. Meski kurang kuat secara fisik, kecepatan dan pergerakan mereka luar biasa. Pemahaman permainan mereka sangat baik,โ katanya. Ia memprediksi Swedia akan menghadapi laga yang sangat sulit.
Namun, Lagerback melihat secercah harapan pada duet penyerang Viktor Gyokeres dan Alexander Isak. โSwedia punya dua striker bagus. Hal paling positif adalah kami selalu bisa mencetak gol. Jika pertahanan di belakang mereka solid, Swedia punya peluang,โ tutupnya.
โJika mereka tidak kompak seperti saat melawan Belanda, mereka bisa kalah. Kuncinya adalah bertahan lebih baik dan tetap bersama sebagai tim.โ โ Lars Lagerback
Pertandingan Swedia vs Jepang akan menjadi penentu nasib kedua tim. Bagi Swedia, ini adalah ujian sejati: mampukah mereka bangkit dari keterpurukan dan menunjukkan mental juara seperti generasi 2002? Atau justru Jepang yang akan menulis ulang sejarah dengan lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya?



