Piala Dunia 2026: Bek Swedia Isak Hien Dipulangkan karena Cedera Hamstring Parah
Baca dalam 60 detik
- Isak Hien dipastikan absen di sisa Piala Dunia 2026 setelah cedera hamstring kiri yang serius saat melawan Jepang.
- Bek Atalanta itu telah tampil penuh di tiga laga grup Swedia, namun hanya bertahan 37 menit di pertandingan terakhir.
- Cedera ini diperkirakan membuatnya absen panjang dari lapangan hijau, menjadi pukulan berat bagi Swedia yang akan menghadapi babak 32 besar.

Bek tengah andalan Swedia, Isak Hien, harus mengubur mimpinya tampil di Piala Dunia 2026 lebih awal. Cedera hamstring kiri yang dideritanya saat melawan Jepang memaksanya meninggalkan pemusatan latihan timnas dan dipastikan tak akan merumput lagi di turnamen ini.
Pemain berusia 25 tahun yang memperkuat Atalanta di Serie A itu menjadi pilar di lini belakang Swedia sejak laga perdana. Ia tampil penuh dalam kemenangan 5-1 atas Tunisia, kekalahan 5-1 dari Belanda, dan diturunkan sebagai starter saat berhadapan dengan Jepang. Namun, pertandingan ketiga hanya berlangsung 37 menit baginya sebelum ia harus ditarik keluar karena cedera.
Hasil tes awal menunjukkan cedera yang diderita Hien cukup serius. Dokter timnas Swedia, Jonas Werner, mengonfirmasi bahwa cedera pada hamstring kiri tersebut tidak akan pulih sebelum turnamen usai. “Cedera ini berarti ia akan absen dari sepak bola untuk beberapa waktu,” ujar Werner dalam pernyataan resmi Federasi Sepak Bola Swedia.
Hien pun mengunggah pesan emosional di Instagram. “Sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, tetapi sayangnya berakhir prematur untuk saya. Terima kasih kepada semua pendukung Swedia yang luar biasa, rekan setim, dan keluarga. Saya akan kembali,” tulisnya.
Kepergian Hien menjadi pukulan telak bagi Swedia yang tengah bersiap menghadapi babak 32 besar. Pelatih Swedia harus segera mencari pengganti di posisi bek tengah yang selama ini menjadi andalan. Sebelum cedera, Hien menunjukkan performa solid dengan duel udara yang kuat dan kemampuan membaca permainan.
Bagi Atalanta, kabar ini juga menjadi kekhawatiran tersendiri. Klub asal Bergamo itu tengah bersaing di papan atas Serie A dan membutuhkan kebugaran pemainnya. Cedera hamstring yang parah berpotensi membuat Hien absen berbulan-bulan, mengganggu rencana taktik pelatih Gian Piero Gasperini.
Di Indonesia, peristiwa ini mengingatkan pada rentannya pemain bertahan terhadap cedera di turnamen besar. Cedera hamstring menjadi salah satu masalah paling umum dalam sepak bola modern, terutama pada pemain dengan intensitas lari tinggi seperti Hien. Kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Liga Indonesia untuk lebih memperhatikan manajemen beban pemain yang dipanggil tim nasional.
Swedia kini harus melangkah tanpa Hien. Pertanyaan besarnya: mampukah lini belakang Swedia bertahan tanpa palang pintu utamanya? Atau justru cedera ini akan membuka peluang bagi pemain lain untuk bersinar?



