Pertarungan Hidup Mati di Grup D, E, F Piala Dunia 2026: Siapa Lolos ke 32 Besar?
Baca dalam 60 detik
- AS sudah memastikan diri sebagai juara Grup D, menyisakan satu tiket runner-up yang diperebutkan Paraguay dan Australia.
- Jerman melaju mulus sebagai pemuncak Grup E, sementara Ekuador harus menang atas Jerman untuk menjaga asa.
- Jepang dan Swedia bersaing ketat memperebutkan puncak Grup F, dengan Belanda di posisi aman setelah mencetak tujuh gol dalam dua laga.

Babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 memasuki hari penentuan bagi delapan tim di Grup D, E, dan F. Pada Kamis, 25 Juni, enam pertandingan akan digelar serentak di berbagai stadion Amerika Serikat, menentukan nasib tim-tim yang masih berpeluang melaju ke babak 32 besar. Dua tim sudah dipastikan lolos, dua lainnya harus angkat koper, dan sisanya masih bergantung pada hasil laga terakhir.
Di Grup D, tuan rumah Amerika Serikat telah mengamankan posisi juara grup setelah dua kemenangan meyakinkan. Pertemuan mereka dengan Turki yang sudah tersingkir hanya bersifat formalitas. Fokus utama tertuju pada duel Paraguay kontra Australia yang akan menentukan runner-up grup. Australia memiliki keunggulan selisih gol yang signifikan, sehingga hasil imbang pun sudah cukup bagi Socceroos untuk melaju. Paraguay, yang baru mengoleksi satu poin, wajib menang jika ingin merebut tiket ke babak selanjutnya.
Grup E menyajikan skenario yang tak kalah dramatis. Jerman, empat kali juara dunia, sudah memastikan diri sebagai juara grup setelah tampil dominan. Mereka akan berhadapan dengan Ekuador yang belum sekalipun mencetak gol di turnamen ini. Tim asuhan pelatih asal Amerika Selatan itu harus menang jika ingin tetap hidup. Sementara itu, laga antara Curacao dan Pantai Gading menjadi penentu siapa yang akan menemani Jerman. Curacao, yang sukses menahan Ekuador tanpa gol berkat penampilan gemilang kiper Eloy Room, kini berhadapan dengan Pantai Gading yang hanya butuh hasil imbang untuk lolos.
Persaingan terketat terjadi di Grup F, di mana posisi puncak masih diperebutkan Jepang dan Swedia. Samurai Blue datang dengan kepercayaan diri tinggi usai mencetak rekor kemenangan telak atas Tunisia. Namun, Swedia bukan lawan yang mudah. Kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk menjadi juara grup, yang akan menentukan lawan di babak 32 besar. Belanda, yang sudah memastikan lolos setelah mencetak tujuh gol dalam dua pertandingan, hanya butuh hasil imbang melawan Tunisia yang sudah tersingkir untuk mengamankan posisi runner-up.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pertandingan-pertandingan ini menawarkan tontonan kelas dunia yang bisa menjadi referensi bagi perkembangan sepak bola nasional. Gaya bermain Jepang yang disiplin dan cepat, serta kegigihan tim-tim Amerika Latin seperti Paraguay dan Ekuador, bisa menjadi pelajaran berharga. Selain itu, keberhasilan tim-tim non-unggulan seperti Curacao menunjukkan bahwa sepak bola tidak selalu soal nama besar, melainkan kerja keras dan strategi yang tepat.
Dengan segala kemungkinan yang masih terbuka, Matchday 15 dipastikan akan menyajikan drama dan ketegangan hingga peluit akhir. Pertanyaan besarnya: akankah ada kejutan seperti Curacao yang mampu menembus babak 32 besar, atau justru tim-tim favorit yang akan mendominasi? Jawabannya akan terjawab di lapangan hijau Amerika Serikat.



