Rabiot Tutup Pintu soal Masa Depan di Milan: Fokus Piala Dunia Dulu
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Prancis Adrien Rabiot enggan berspekulasi soal masa depannya di AC Milan setelah dikaitkan dengan kepindahan ke Napoli bersama Max Allegri.
- Rabiot menegaskan prioritasnya saat ini adalah Piala Dunia bersama Timnas Prancis, menyusul kemenangan 4-1 atas Norwegia.
- Kontrak Rabiot di Milan berlaku hingga 2028 dengan opsi perpanjangan, namun perubahan kursi pelatih dan minat Napoli membuat situasinya tidak pasti.

Adrien Rabiot memilih bungkam saat disinggung mengenai masa depannya di AC Milan. Gelandang Timnas Prancis itu menegaskan bahwa pikirannya saat ini hanya tertuju pada Piala Dunia, bukan pada rumor yang mengaitkannya dengan kepindahan ke Napoli bersama mantan pelatihnya, Max Allegri.
Pernyataan itu disampaikan Rabiot di zona campuran setelah Prancis mengalahkan Norwegia 4-1 dalam laga Piala Dunia. Saat ditanya apakah ia akan mengikuti Allegri ke Napoli, Rabiot hanya menjawab singkat, "Saya fokus pada Piala Dunia, nanti kita lihat saja."
Rabiot bergabung dengan Milan pada bursa transfer musim panas lalu dengan harga โฌ7 juta plus bonus, setelah memutuskan hengkang dari Olympique Marseille. Kedatangannya ke San Siro tak lepas dari peran Allegri, yang saat itu menjadi pelatih Milan. Namun, Allegri dipecat setelah Milan gagal lolos ke Liga Champions di hari terakhir musim, dan posisinya kini digantikan oleh Ruben Amorim.
Kepergian Allegri dan kedatangan Amorim membuat posisi Rabiot di Milan menjadi tanda tanya. Apalagi, Allegri dikabarkan akan segera menangani Napoli, dan disebut-sebut ingin membawa Rabiot ke Stadio Diego Armando Maradona. Situasi ini memicu spekulasi bahwa Rabiot bisa hengkang hanya dalam waktu satu musim.
Bagi pengamat sepak bola Italia, situasi Rabiot menjadi cerminan betapa cepatnya perubahan dinamika di klub-klub besar. Allegri dianggap sebagai figur kunci yang membuat Rabiot mau meninggalkan Marseille, namun setelah kepergiannya, masa depan sang pemain menjadi abu-abu. Apalagi, Ruben Amorim sebagai pelatih anyar belum memberikan sinyal jelas apakah Rabiot masuk dalam rencananya.
Dari sisi performa, Rabiot musim ini tampil cukup solid. Ia menjadi andalan di lini tengah Milan dengan kontribusi gol dan assist yang terbilang impor. Namun, jika Amorim menginginkan perubahan taktik, bukan tidak mungkin Rabiot akan menjadi korban perombakan skuad.
Bagi pembaca di Indonesia, situasi ini menarik untuk diikuti karena Rabiot adalah salah satu gelandang bertahan kelas dunia yang jarang berpindah klub. Jika ia benar-benar pindah ke Napoli, maka persaingan di Serie A musim depan akan semakin sengit. Apalagi, Napoli saat ini tengah berusaha bangkit setelah musim yang mengecewakan.
Rabiot sendiri tampak tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan. Dengan kontrak jangka panjang yang ia miliki, ia punya waktu untuk menimbang opsi. Namun, jika Allegri benar-benar mendarat di Napoli dan menginginkannya, godaan untuk bersatu kembali bisa menjadi faktor penentu. Pertanyaannya, akankah Amorim rela melepas pemain kuncinya hanya dalam satu musim?



