Skotlandia Tersingkir, Masa Depan Steve Clarke Dipertanyakan
Baca dalam 60 detik
- Skotlandia gagal lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026 setelah hanya meraih satu kemenangan dari tiga laga grup.
- Pelatih Steve Clarke mendapat tekanan meski baru meneken kontrak baru, dengan kritik tajam dari para legenda timnas.
- Federasi Skotlandia masih mendukung Clarke, namun hasil di Amerika Serikat memicu perdebatan tentang arah tim ke depan.

Steve Clarke membawa Skotlandia kembali ke Piala Dunia setelah 28 tahun, tetapi ambisi untuk melangkah lebih jauh kandas di babak penyisihan grup. Dengan satu kemenangan atas Haiti dan dua kekalahan dari Brasil serta Maroko, Skotlandia harus puas menjadi juru kunci Grup C dan pulang lebih awal.
Hasil ini memicu pertanyaan tentang masa depan Clarke, yang baru saja menandatangani kontrak berdurasi empat tahun sebelum turnamen. Meski berhasil mengakhiri puasa panjang, performa tim dianggap di bawah ekspektasi, terutama setelah kekalahan telak dari Maroko dan Brasil yang memperlihatkan kelemahan di lini belakang.
Legenda Skotlandia Willie Miller menilai penampilan anak asuh Clarke jauh dari kata memuaskan. "Sepanjang tiga pertandingan, performanya jelas di bawah standar," ujarnya. Miller juga menyoroti minimnya striker kelas dunia sebagai masalah utama, serta beberapa pilihan pemain yang dianggap janggal.
Namun, tidak semua pihak menyalahkan Clarke. Mantan pemain sayap Pat Nevin justru menilai kegagalan terjadi karena Skotlandia terlalu berani menyerang. "Kami tidak cukup bagus untuk bermain terbuka seperti itu. Saya akan memakai lima bek di setiap pertandingan," katanya. Nevin menambahkan bahwa Clarke mungkin sempat berpikir untuk mundur, tetapi kecintaannya pada tim nasional akan membuatnya bertahan.
Bek Stephen O'Donnell, yang pernah bermain di bawah Clarke, membela sang pelatih. Menurutnya, memenangkan satu pertandingan di Piala Dunia adalah kemajuan besar. "Kami kalah agregat 4-0 dari dua tim teratas dunia. Tidak ada yang perlu malu," ujarnya. O'Donnell juga menekankan bahwa Skotlandia telah menunjukkan peningkatan dibandingkan era sebelumnya.
Dukungan dari Federasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) terhadap Clarke masih kuat. Partisipasi di tiga dari empat turnamen besar terakhir telah meningkatkan pendapatan federasi secara signifikan. Selain itu, Skotlandia akan menjadi tuan rumah bersama Euro 2028, yang membuat peluang lolos ke turnamen tersebut sangat besar.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Clarke membangun kembali tim dan menjawab kritik? Dengan kontrak jangka panjang dan dukungan federasi, ia memiliki waktu untuk membuktikan diri. Namun, hasil di Piala Dunia 2026 menjadi catatan merah yang tidak bisa diabaikan.



