Gigitan Lalat Pasir Bikin Aktor Singapura Elvin Ng Jalani Suntik Steroid Berulang
Baca dalam 60 detik
- Aktor Singapura Elvin Ng menjalani suntikan steroid lokal setelah gigitan lalat pasir di Pantai Tanjong, Sentosa, menyebabkan peradangan parah yang tak sembuh dengan krim biasa.
- Reaksi alergi muncul tertunda sebulan, bersamaan dengan operasi mata yang dijalaninya, membuat awal tahun 2024 menjadi periode sulit baginya.
- Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penggunaan obat anti serangga saat ke pantai, terutama di area perbatasan pasir basah dan kering yang menjadi habitat lalat pasir.

Aktor Singapura Elvin Ng harus menjalani serangkaian suntikan steroid pada titik-titik gigitan lalat pasir di kakinya setelah peradangan yang dideritanya tak kunjung reda meski telah mengonsumsi antihistamin dan menggunakan krim steroid. Pengalaman pahit ini dibagikan Ng melalui Instagram pada 18 Juni lalu, empat bulan setelah ia pertama kali digigit saat berjemur di Pantai Tanjong, Sentosa.
Pria berusia 45 tahun itu mengaku baru pertama kali mengalami gigitan lalat pasir. Reaksi alergi yang muncul ternyata bersifat tertundaโbaru terasa sebulan setelah ia berada di pantai, bertepatan dengan masa pemulihan operasi mata yang dijalaninya pada akhir Februari lalu. "Awal tahun kuda ini benar-benar berat bagi saya: mata sakit dan kaki gatal luar biasa," tulis Ng dalam unggahannya, menambahkan tagar #sandflybitesarereal dan #ihatesandflies.
Dua kali berkonsultasi ke dokter umum, Ng hanya mendapat resep antihistamin dan krim steroid. Namun, karena luka gigitan sudah membentuk keropeng, krim tidak mampu menembus kulit secara efektif. Solusi baru ditemukan ketika ia beralih ke dokter spesialis yang memberikan suntikan steroid langsung pada setiap titik gigitan. Metode ini dinilai lebih efektif meredakan peradangan dan mengurangi risiko jaringan parut.
Menurut Ng, ia kerap berjemur di tempat yang sama, namun kali ini nasib berkata lain. Ia kemudian mengetahui bahwa lalat pasir banyak ditemukan di zona transisi antara area basah dan kering di tepi air, dan ukurannya sangat kecil hingga tak kasatmata. Pelajaran berharga yang ia bagikan adalah pentingnya menyemprotkan obat anti serangga setiap kali pergi ke pantai, bahkan jika hanya untuk berjemur atau bermain air.
Kisah Elvin Ng menjadi pengingat bagi para penggemar pantai di Indonesia, khususnya di destinasi wisata bahari seperti Bali, Lombok, atau Kepulauan Seribu. Lalat pasir (sandfly) memang dikenal sebagai hama yang gigitannya dapat menyebabkan reaksi alergi berat pada sebagian orang, mulai dari gatal hebat hingga infeksi sekunder akibat garukan. Di Indonesia, kasus serupa kerap dilaporkan di daerah pesisir, namun kesadaran akan penggunaan repelen masih rendah.
"Saya harap pengalaman ini bisa membantu orang lain terhindar dari rasa gatal yang tak tertahankan yang saya alami selama berbulan-bulan," ujar Ng. Ia menambahkan bahwa meskipun suntikan terasa sedikit nyeri, efeknya jauh lebih baik dibandingkan harus terus-menerus menggaruk hingga luka berdarah.
Ke depan, para ahli mengingatkan bahwa perubahan iklim dan peningkatan suhu global berpotensi memperluas habitat lalat pasir ke wilayah baru. Bagi wisatawan dan penduduk lokal, langkah pencegahan sederhana seperti mengenakan pakaian tertutup dan menggunakan losion anti serangga menjadi semakin krusial. Akankah pengalaman seorang aktor ini cukup mengubah kebiasaan masyarakat dalam melindungi diri dari gigitan serangga di pantai?



