Enam Calon Emiten Siap Melantai di BEI pada Juli 2026, RANS Entertainment Jadi Primadona
Baca dalam 60 detik
- Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan kedatangan enam perusahaan baru pada Juli 2026, dengan total dana dihimpun diperkirakan mencapai triliunan rupiah.
- Emiten milik selebritas Raffi Ahmad, PT RANS Entertainment Indonesia Tbk, menjadi sorotan dengan menawarkan hingga 2,52 miliar saham di harga Rp135–Rp170 per unit.
- BEI menargetkan 50 emiten baru sepanjang 2026, hampir dua kali lipat realisasi tahun lalu, namun tetap mengedepankan kualitas ketimbang kuantitas.

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menyambut enam perusahaan baru yang siap mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) pada Juli 2026, menandai geliat pasar modal di tengah optimisme yang terjaga. Dari keenam calon emiten tersebut, PT RANS Entertainment Indonesia Tbk—milik artis Raffi Ahmad—menjadi yang paling menyedot perhatian publik, baik karena valuasi maupun prospek bisnisnya.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, keenam perusahaan itu meliputi PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), dan PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS). Masing-masing memiliki jadwal pencatatan yang berdekatan, mulai 7 hingga 10 Juli 2026. Kehadiran mereka diharapkan dapat menambah likuiditas dan variasi sektor di bursa.
PT RANS Entertainment menawarkan sebanyak-banyaknya 2,52 miliar saham baru, setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan rentang harga Rp135–Rp170 per saham, emiten ini berpotensi mengantongi dana segar hingga Rp428 miliar. Langkah Raffi Ahmad membawa perusahaannya ke publik menjadi ujian bagi sektor hiburan dan kreatif di Indonesia, yang selama ini didominasi oleh pemain besar.
Sementara itu, PT Niramas Utama (JELI) melepas 350 juta saham atau 25,93% dengan harga Rp900–Rp1.120 per saham, dijadwalkan tercatat pada 7 Juli. Di sektor kesehatan, PT Prodia Diagnostic Line (PRDL) dan PT Esa Medika Mandiri (EMMI) masing-masing menawarkan 522,9 juta dan 522,86 juta saham baru, dengan harga Rp100–Rp120 dan Rp446–Rp515. Keduanya akan tercatat pada 9 dan 8 Juli. PT Bach Multi Global (BACH) menawarkan 615 juta saham di harga Rp400–Rp500, sedangkan PT Nitrasanata Dharma (JECX) melepas 487,98 juta saham di rentang Rp1.200–Rp1.400.
Di balik hiruk-pikuk IPO, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa bursa tetap berpegang pada target 50 emiten baru sepanjang 2026—hampir dua kali lipat dari realisasi tahun lalu yang hanya 26 perusahaan. Menurut Jeffrey, keputusan IPO sepenuhnya berada di tangan masing-masing perusahaan, dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kemampuan penyerapan. "Kami mengutamakan kualitas daripada kuantitas," ujarnya, menekankan bahwa BEI tidak akan memaksakan target jika kondisi tidak mendukung.
Konteks ini penting bagi investor Indonesia. Lonjakan jumlah IPO menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap prospek ekonomi domestik, meskipun ada kekhawatiran mengenai daya serap pasar. Dengan suku bunga acuan yang masih tinggi dan volatilitas global, investor perlu cermat memilih emiten yang memiliki fundamental kuat. Kehadiran RANS Entertainment, misalnya, bisa menjadi katalis bagi sektor kreatif, tetapi juga membawa risiko valuasi yang tinggi.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah BEI mampu mempertahankan momentum ini hingga akhir tahun. Jeffrey optimistis, namun ia mengingatkan bahwa faktor eksternal seperti kebijakan moneter global dan stabilitas politik dalam negeri akan turut menentukan. Apakah target 50 emiten akan tercapai, atau justru terkoreksi? Jawabannya bergantung pada sejauh mana pasar mampu menyerap pasokan saham baru tanpa menekan indeks.



