XRP Terjun ke US$1,03: Penutupan Strobe Finance Pukul Kepercayaan Ekosistem
Baca dalam 60 detik
- Harga XRP anjlok ke US$1,03 setelah platform pinjaman Strobe Finance di XRP Ledger tutup, memicu aksi jual besar-besaran.
- Volume perdagangan melonjak lebih dari 50%, mengonfirmasi dominasi tekanan jual yang mengalahkan kabar positif regulasi RLUSD di Jepang.
- Level US$1,00 menjadi support kritis; kondisi oversold bisa menarik pembeli, namun sentimen bearish masih mendominasi.

Harga XRP merosot tajam ke US$1,03, mencatat kinerja terburuk di tengah pelemahan pasar kripto secara luas, setelah penutupan mendadak platform DeFi Strobe Finance di XRP Ledger (XRPL) menggerus kepercayaan investor.
Strobe Finance, sebuah platform lending yang beroperasi di XRPL, menghentikan layanannya secara tiba-tiba. Peristiwa ini memicu aksi jual agresif dan memperburuk sentimen ekosistem dalam jangka pendek. Menurut analis pasar, kegagalan operasional ini menjadi pukulan berat bagi persepsi keandalan infrastruktur DeFi di jaringan XRP.
Penurunan ini mengalahkan kabar positif sebelumnya, yaitu persetujuan regulator Jepang terhadap stablecoin RLUSD milik Ripple. Volume perdagangan XRP melonjak lebih dari 50% dalam 24 jam terakhir, mengonfirmasi dominasi tekanan jual. โGuncangan spesifik ekosistem saat ini lebih berpengaruh daripada perkembangan korporasi positif,โ ujar seorang analis kripto yang enggan disebut namanya.
Di sisi makro, Bitcoin juga terkoreksi 2% setelah arus keluar ETF spot Bitcoin AS mencapai US$469 jutaโrekor tertinggi dalam beberapa pekan. Analis menilai XRP tidak memiliki momentum untuk memisahkan diri dari sentimen risk-off yang melanda pasar. Secara teknikal, XRP telah menembus zona support US$1,07โUS$1,085, yang kini berubah menjadi resistance.
Indeks Kekuatan Relatif (RSI) 14 hari berada di angka 33,43, menandakan kondisi oversold. Namun, belum ada divergensi bullish yang terkonfirmasi. Level US$1,00 kini menjadi support psikologis dan teknikal yang sangat krusial. Jika level ini gagal dipertahankan, tekanan jual bisa berlanjut menuju area US$0,95.
Bagi investor Indonesia, pergerakan XRP ini relevan mengingat tingginya minat perdagangan aset kripto di dalam negeri. Meski regulasi domestik masih berkembang, volatilitas XRP kerap dimanfaatkan oleh trader lokal. Penutupan Strobe Finance menjadi pengingat akan risiko platform DeFi yang belum teruji.
Ke depan, pemulihan harga XRP sangat bergantung pada kemampuan ekosistem XRPL untuk memulihkan kepercayaan dan mempertahankan support US$1,00. Akankah pembeli muncul di level tersebut, atau tekanan jual masih akan berlanjut?



