Jepang Tenang Hadapi Swedia: Kapten Itakura Tak Khawatir soal Lawan di Fase Gugur
Baca dalam 60 detik
- Kapten Jepang Ko Itakura menegaskan timnya tidak gentar menghadapi siapa pun di babak gugur Piala Dunia 2026, fokus penuh pada laga pamungkas Grup F melawan Swedia.
- Meski baru memegang ban kapten setelah Wataru Endo hengkang, Itakura tampil solid saat Jepang menghancurkan Tunisia 4-0, menunjukkan kedalaman skuad Samurai Blue.
- Penyerang Daizen Maeda memperingatkan bahaya Benjamin Nygren di lini depan Swedia, sementara gelandang Kaishu Sano siap menjadi tameng pertahanan.

NASHVILLE, Tennessee — Kapten tim nasional Jepang, Ko Itakura, tidak ambil pusing dengan kemungkinan lawan di babak gugur Piala Dunia 2026. Ia dan rekan setimnya, Daizen Maeda serta Kaishu Sano, memilih untuk fokus penuh pada laga penentu Grup F melawan Swedia, Kamis (25/6) waktu setempat.
Itakura baru memegang ban kapten tiga hari sebelum laga pembuka setelah kepergian mengejutkan Wataru Endo. Ia hanya duduk di bangku cadangan saat Jepang ditahan Belanda 2-2, namun tampil gemilang saat menghancurkan Tunisia 4-0 pada pertandingan kedua. “Tidak ada pertandingan mudah, siapa pun lawannya. Secara pribadi, saya ingin menghadapi negara-negara kuat di Piala Dunia. Tim mana pun yang kami hadapi pasti kuat, dan saya ingin kami mengalahkan mereka satu per satu,” ujar Itakura.
Suasana di dalam kamp latihan Jepang disebutnya sangat positif. “Saya kapten, tetapi mood di dalam tim begitu baik sehingga saya hampir tidak perlu melakukan apa pun. Saya berharap kami terus berjalan dalam atmosfer seperti ini,” tambah bek yang kini bermain di Borussia Mönchengladbach itu.
Maeda, yang menjadi starter di laga pembuka melawan Belanda dan duduk di bangku cadangan saat melawan Tunisia, sepakat dengan kaptennya. Menurutnya, kekuatan Jepang terletak pada kontribusi semua pemain, termasuk yang tidak bermain. “Kekuatan Jepang adalah bahkan pemain yang tidak di lapangan memberikan yang terbaik untuk tim. Saya pikir tim seperti itu kuat. Mentalitas itu menjadi penting semakin dalam kami melaju di turnamen ini, dan kami melakukannya tanpa sadar,” ujar penyerang Celtic tersebut.
Maeda juga mewaspadai ancaman dari rekan setimnya di Celtic, Benjamin Nygren, yang menjadi bagian dari lini depan Swedia bersama Viktor Gyokeres dan Alexander Isak. “Dia sangat bagus secara teknis dan juga dikaruniai kemampuan mencetak gol. Kami harus berhati-hati tidak hanya dengan dua penyerang mereka, tetapi juga dengan dia,” kata Maeda.
Di sisi lain, gelandang bertahan Kaishu Sano yang tampil impresif dengan assist saat melawan Tunisia, bertekad menjadi tameng bagi lini belakang Jepang. “Swedia memiliki banyak pemain berkualitas di depan. Penting bagi saya untuk menjaga mereka secara individu, tetapi kami ingin bermain dengan jarak yang tepat dalam tim, baik dalam menyerang maupun bertahan,” ujar pemain yang merumput di Liga Jepang itu. “Siapa pun yang dipilih untuk bermain, saya merasa kami sebagai tim masih memiliki hal-hal yang perlu dibenahi. Kami mulai menunjukkan karakter kami, dan saya ingin membantu mengeluarkan yang terbaik dari rekan setim saya.”
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan Jepang di Piala Dunia ini menarik untuk diikuti. Sebagai salah satu kekuatan utama Asia, performa Samurai Blue bisa menjadi tolok ukur bagi perkembangan sepak bola Indonesia yang tengah berbenah. Kepercayaan diri dan kekompakan tim asuhan pelatih Hajime Moriyasu menunjukkan bahwa mentalitas juara tidak hanya bergantung pada satu atau dua pemain bintang, melainkan pada kebersamaan seluruh skuad.
Pertandingan melawan Swedia akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Jepang. Akankah mereka mampu mempertahankan performa impresif dan lolos sebagai juara grup? Atau justru Swedia yang akan menunjukkan dominasinya? Satu hal yang pasti, Samurai Blue tidak akan menyerah tanpa perlawanan.



