Turki Hentikan AS di Laga Pamungkas Grup D Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Kaan Ayhan menjadi pahlawan Turki lewat gol injury time yang memastikan kemenangan 3-2 atas tuan rumah Amerika Serikat.
- Laga yang sudah tidak menentukan nasib kedua tim ini justru menyajikan drama lima gol dan rotasi besar-besaran dari kedua pelatih.
- Kemenangan ini menjadi penutup manis bagi Turki yang sudah tersingkir, sekaligus peringatan bagi AS jelang fase gugur.

Kaan Ayhan memastikan Turki menutup petualangan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis 3-2 atas tuan rumah Amerika Serikat di Los Angeles, berkat golnya pada menit kedelapan injury time.
Laga pamungkas Grup D ini sejatinya hanya menjadi pertandingan gengsi. Amerika Serikat sudah memastikan diri sebagai juara grup, sementara Turki telah tersingkir setelah dua kekalahan beruntun. Namun, kedua tim justru menyajikan pertarungan sengit yang diwarnai lima gol dan sejumlah momen menegangkan.
Pelatih Vincenzo Montella melakukan rotasi besar dengan hanya mempertahankan empat pemain dari susunan sebelumnya. Di kubu lawan, Mauricio Pochettino juga banyak merotasi skuadnya, hanya Weston McKennie dan Ricardo Pepi yang tetap menjadi starter sejak kemenangan atas Australia.
AS langsung tancap gas dan unggul cepat di menit ketiga. Sepak pojok Sebastian Berhalter disambut tandukan keras Auston Trusty yang tak mampu dihalau kiper Uğurcan Çakır. Namun, Turki tidak butuh waktu lama untuk menyamakan kedudukan. Arda Güler, bintang muda Real Madrid, menunjukkan ketenangannya dengan menyelesaikan umpan satu-dua bersama Barış Alper Yılmaz pada menit kesepuluh.
Setelah jeda minum, Turki semakin percaya diri. Pada menit ke-31, Güler kembali menjadi kreator dengan memberikan umpan terukur kepada Eren Elmalı yang berlari overlap. Umpan silang Elmalı diselesaikan dengan mudah oleh Yılmaz untuk membawa Turki unggul 2-1. Skor tersebut bertahan hingga turun minum, sekaligus menjadi gol pertama Turki di turnamen ini.
Memasuki babak kedua, AS kembali mendominasi. Pada menit ke-49, lemparan jauh Mark McKenzie hanya mampu disapu setengah hati, dan bola jatuh ke kaki Berhalter yang melepaskan tembakan melengkung ke sudut gawang. Skor berubah 2-2. Masuknya Christian Pulišić pada menit ke-58 menggantikan Timothy Weah semakin meningkatkan intensitas serangan AS. Pulišić nyaris mencetak gol andai sepakannya tidak membentur tiang gawang.
Ketika laga sepertinya akan berakhir imbang, drama terjadi di masa injury time. Ayhan yang baru masuk pada menit ke-88, memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Can Uzun yang membentur pemain bertahan AS. Dengan tenang ia mendorong bola dari jarak dekat ke gawang Matt Turner, memastikan kemenangan 3-2 untuk Turki.
Bagi Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena menunjukkan bagaimana tim yang sudah tersingkir pun bisa tampil lepas dan merepotkan tuan rumah. Pelajaran tentang rotasi pemain dan manajemen energi di turnamen padat jadwal bisa menjadi referensi bagi Timnas Indonesia jika suatu saat berlaga di Piala Dunia.
Dengan hasil ini, AS tetap lolos sebagai juara Grup D, namun kekalahan di kandang sendiri tentu menjadi catatan bagi Pochettino menjelang babak gugur. Sementara itu, Turki pulang dengan kepala tegak setelah memberikan perlawanan sengit dan menutup turnamen dengan kemenangan yang tak terlupakan.
Pertanyaan besarnya: mampukah AS bangkit dari kekalahan ini dan melaju jauh di fase gugur, atau justru performa inkonsisten ini akan menjadi bumerang saat menghadapi lawan yang lebih tangguh?



