Australia Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026 Usai Tahan Imbang Paraguay
Baca dalam 60 detik
- Australia memastikan tempat di babak 32 besar sebagai runner-up Grup D setelah bermain imbang tanpa gol melawan Paraguay di California.
- Pertandingan berlangsung sengit dengan dominasi Australia di sisi kanan, namun penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat skor tetap 0-0.
- Paraguay kini harus menunggu hasil laga lain untuk mengetahui nasib mereka, sementara Australia akan menghadapi runner-up Grup G di Dallas pada 3 Juli.

Australia memastikan langkah mereka ke fase gugur Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Paraguay dalam laga pamungkas Grup D yang digelar di California, Amerika Serikat. Hasil ini mengantarkan Socceroos ke babak 32 besar sebagai runner-up grup, sementara Paraguay masih harus menanti kepastian kelolosan dari hasil pertandingan lain.
Pertandingan yang berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit awal ini didominasi oleh Australia. Skuad asuhan Graham Arnold tampil agresif melalui serangan dari sisi kanan, di mana trio Jordan Bos, Aiden O'Neill, dan Cristian Volpato kerap merepotkan pertahanan Paraguay yang rapat. Namun, penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat Australia gagal memecah kebuntuan.
Peluang emas pertama datang pada menit ketiga ketika Jackson Irvine melepaskan tembakan keras yang hanya mampu ditepis kiper Paraguay, Orlando Gill. Kombinasi Bos, Volpato, dan O'Neill terus berulang kali mengancam, tetapi belum mampu menciptakan peluang matang bagi penyerang muda Nestory Irankunda. Paraguay sendiri lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat, namun tak mampu menembus pertahanan Australia yang solid.
Pada babak kedua, pelatih Paraguay, Alfaro, melakukan pergantian dengan memasukkan Mauricio menggantikan Alexandro Maidana. Pergantian ini sempat memberi sedikit momentum bagi La Albirroja, namun dominasi Australia tetap berlanjut. Menjelang akhir pertandingan, Jordan Bos nyaris mencetak gol setelah melewati dua bek lawan, namun tembakannya masih melebar tipis di samping tiang gawang.
Kapten Paraguay, Gustavo Gomez, mengakui pertandingan berjalan ketat dan fisik. "Kami kesulitan di babak pertama; saya pikir kami tidak bisa menemukan ritme permainan. Kami melakukan penyesuaian saat turun minum, dan babak kedua lebih baik. Yang terpenting adalah kami mendapat satu poin, dan saya pikir dengan hasil ini kami lolos, yang merupakan tujuan utama kami," ujar Gomez usai laga.
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi pelajaran tentang pentingnya konsistensi dan ketajaman di lini depan. Australia, yang sering dianggap sebagai salah satu kekuatan sepak bola Asia, menunjukkan bahwa pertahanan solid dan penguasaan bola belum cukup tanpa penyelesaian akhir yang efektif. Sementara itu, Paraguay yang mengandalkan fisik dan disiplin bertahan, harus menunggu nasib dari pertandingan grup lain. Dengan skenario yang masih terbuka, persaingan di Piala Dunia 2026 semakin menarik untuk diikuti, terutama bagi penggemar sepak bola di Indonesia yang menantikan aksi tim-tim Asia.



