Gol Menit Akhir Kaan Ayhan Bikin Turki Kalahkan AS di Laga Pamungkas Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Turki mengalahkan Amerika Serikat 3-2 berkat gol Kaan Ayhan pada menit ke-90+8, meski sudah tersingkir dari Piala Dunia 2026.
- Pelatih AS Mauricio Pochettino melakukan sembilan perubahan pemain, memberi kesempatan pada pemain pelapis, namun pertahanan tetap rentan.
- Dengan delapan gol, AS mencatatkan rekor gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia sepanjang sejarah mereka.

Turki menutup perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Amerika Serikat di Los Angeles, berkat gol Kaan Ayhan pada menit kedelapan masa tambahan waktu. Meski sudah dipastikan tersingkir, skuad asuhan Vincenzo Montella menunjukkan perlawanan sengit dan merebut kemenangan perdana di turnamen ini.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion SoFi itu menyajikan lima gol dan ketegangan hingga peluit akhir. AS yang sudah memastikan diri sebagai juara Grup D justru tampil kurang solid setelah pelatih Mauricio Pochettino melakukan rotasi besar-besaran dengan sembilan perubahan dari laga sebelumnya saat mengalahkan Australia.
Keputusan Pochettino memberi kesempatan kepada pemain pelapis langsung membuahkan hasil cepat. Bek Auston Trusty mencetak gol pada menit ketiga memanfaatkan sepak pojok Sebastian Berhalter. Namun keunggulan itu hanya bertahan tujuh menit. Arda Guler, yang baru berusia 19 tahun, menjadi pencetak gol termuda Turki di Piala Dunia setelah menuntaskan umpan Baris Yilmaz.
Turki berbalik unggul pada menit ke-31 melalui Yilmaz yang menyelesaikan umpan silang Eren Elmali. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 2-1 untuk tim tamu. Memasuki babak kedua, Berhalter menebus assistnya dengan gol keras dari luar kotak penalti pada menit ke-49, menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Pochettino kemudian memasukkan bintang-bintang utamanya seperti Christian Pulisic untuk mencari kemenangan. Namun justru Turki yang mampu mencuri gol kemenangan pada masa injury time. Kaan Ayhan memanfaatkan kemelut di depan gawang AS untuk mencetak gol pada menit ke-90+8, memastikan tiga poin bagi Turki.
Bagi AS, kekalahan ini tidak mempengaruhi posisi mereka sebagai juara grup, namun menjadi peringatan akan kedalaman skuad. Gelandang Weston McKennie menilai Turki tampil klinis dan memanfaatkan peluang dengan baik. “Momentum tetap ada untuk kami. Semua pemain di skuad ini bisa tampil dan berkontribusi,” ujarnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menunjukkan betapa kompetitifnya Piala Dunia 2026 dengan kejutan dari tim yang sudah tersingkir. Pelajaran bagi Timnas Indonesia adalah pentingnya rotasi pemain dan kedalaman skuad, terutama saat menghadapi turnamen multi-pertandingan. Ke depan, AS harus segera membenahi pertahanan jika ingin melaju jauh di babak gugur.



