Thailand Pasang Panel Surya di 25 Rumah Sakit, Hemat Listrik Rp26 Miliar per Tahun
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Thailand memulai proyek percontohan pemasangan atap surya di 25 rumah sakit umum, menargetkan penghematan biaya listrik lebih dari 55 juta baht per tahun.
- Inisiatif ini merupakan bagian dari kebijakan Green Hospital yang bertujuan mengurangi emisi karbon dan meningkatkan ketahanan energi fasilitas kesehatan yang beroperasi 24 jam.
- Jika berhasil, proyek akan diperluas ke seluruh rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand, mendukung target netralitas karbon negara.

Pemerintah Thailand resmi memulai fase uji coba pemasangan panel surya di 25 rumah sakit umum di seluruh negeri, sebuah langkah ambisius untuk menekan biaya operasional sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca. Proyek yang digadang-gadang dapat menghemat lebih dari 55 juta baht atau setara Rp26 miliar per tahun ini menjadi bagian dari kebijakan Green Hospital yang tengah digencarkan Bangkok.
Juru Bicara Wakil Pemerintah Thailand, Lalida Periswiwatana, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Kesehatan Masyarakat (MOPH) dan Otoritas Listrik Provinsi (PEA). Dalam perjanjian yang telah diteken, PEA akan bertanggung jawab penuh atas perancangan, pemasangan, hingga perawatan sistem atap surya di rumah-rumah sakit yang berada di bawah naungan Sekretariat Tetap Kesehatan Masyarakat.
Rumah sakit di bawah MOPH dikenal sebagai konsumen listrik besar karena beroperasi nonstop 24 jam sehari. Dengan beralih ke energi surya, pemerintah berharap dapat mengurangi beban jangka panjang dan meningkatkan kemandirian energi fasilitas kesehatan. โProyek ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional,โ ujar Lalida dalam pernyataan resmi, Senin (22/6).
Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Pattana Promphat, menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Net Zero MOPH yang bertujuan menjadikan fasilitas kesehatan lebih ramah lingkungan dan efisien energi. โKami berkomitmen memperkuat keamanan energi nasional sekaligus mendorong keberlanjutan ekonomi dan lingkungan,โ katanya.
Deputi Menteri Dalam Negeri, Polapee Suwunchwee, menambahkan bahwa PEA akan memberikan layanan manajemen atap surya secara menyeluruh, mulai dari desain hingga pemeliharaan, untuk menjamin keamanan, efisiensi, dan efektivitas biaya. Pemerintah pun menekankan bahwa adopsi energi terbarukan di sektor publik harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa membebani keuangan negara.
Langkah Thailand ini menarik perhatian karena sektor kesehatan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, masih sangat bergantung pada listrik konvensional. Di Indonesia, rumah sakit umum daerah kerap menghadapi tagihan listrik yang membengkak, mencapai 10-15 persen dari total biaya operasional. Jika berhasil, model Thailand bisa menjadi referensi bagi pengelola rumah sakit di Tanah Air untuk mulai beralih ke energi surya, terutama di daerah dengan intensitas matahari tinggi.
Ke depan, pemerintah Thailand berencana memperluas proyek ini ke seluruh rumah sakit di bawah MOPH. Pertanyaan besarnya, mampukah inisiatif ini diadopsi oleh negara-negara tetangga seperti Indonesia yang memiliki tantangan serupa dalam efisiensi energi fasilitas publik?



