Rangnick Pertanyakan Gol Argentina, Akui Messi di Level Lain
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Austria Ralf Rangnick meragukan keabsahan gol pertama Argentina karena dugaan pelanggaran sebelum gol.
- Messi mencetak dua gol dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan 18 gol.
- Austria masih berpeluang lolos ke fase gugur setelah mengalahkan Yordania di laga perdana.

Pelatih Austria Ralf Rangnick melontarkan kritik terhadap keputusan wasit setelah timnya takluk 2-0 dari Argentina di Piala Dunia 2026, Senin (22/6) waktu setempat. Ia mempertanyakan gol pertama Argentina yang dicetak Lionel Messi, namun tetap mengakui kehebatan megabintang berusia 39 tahun itu.
Dalam laga yang digelar di Dallas Stadium, Messi membuka keunggulan pada menit ke-38 dan memastikan kemenangan lewat gol di masa injury time. Hasil ini menjadi kekalahan perdana Austria di fase grup. Rangnick menilai gol pertama seharusnya dianulir karena adanya pelanggaran terhadap gelandang Xaver Schlager sebelum bola masuk.
“Untuk gol pertama, saya akan meminta ofisial keempat melakukan hal yang sama seperti sebelum tendangan penalti. Ia seharusnya melihat dan akan menyaksikan apa yang dilihat semua orang, yaitu pelanggaran terhadap Schlager,” ujar Rangnick dalam konferensi pers usai pertandingan. “Itu menjengkelkan. Namun secara keseluruhan saya puas dengan tim saya dan cara mereka bermain hari ini.”
Rangnick tak menampik keistimewaan Messi. “Jika seseorang berusia 39 tahun dan mampu mencetak dua gol serta total lima gol di awal Piala Dunia, itu membuat perbedaan. Kami tahu ia berada di levelnya sendiri, dan Lionel Messi menunjukkan bahwa ia adalah salah satu yang terbaik, bahkan yang terbaik,” puji pelatih asal Jerman itu. Ia menambahkan, “Lionel Messi tidak butuh banyak situasi untuk menentukan hasil pertandingan.”
Meski kalah, Austria masih memiliki peluang besar untuk lolos ke babak 16 besar. Sebelumnya mereka mengalahkan Yordania 3-1, dan akan menghadapi Aljazair di laga terakhir grup. Rangnick mengapresiasi penampilan anak asuhnya, terutama di babak kedua. “Kami menguasai bola, kebanyakan orang tidak menyangka kami bisa sekontrol itu. Saya pikir di babak kedua kami menampilkan performa puncak,” katanya.
Bagi Indonesia, performa Austria yang berani meladeni Argentina menjadi pelajaran berharga. Timnas Garuda yang tengah membangun skuad untuk kualifikasi Piala Dunia mendatang bisa mencontoh pendekatan taktis Rangnick: disiplin bertahan, berani menguasai bola, dan tidak gentar menghadapi lawan superior. Pertandingan ini juga menegaskan bahwa usia bukan halangan bagi pemain kelas dunia seperti Messi untuk terus bersinar.
Dengan satu laga tersisa, Austria harus mengalahkan Aljazair untuk memastikan tiket ke fase gugur. Sementara Argentina, yang sudah pasti lolos, diprediksi akan merotasi pemain. Pertanyaannya, mampukah Austria bangkit dan mencuri satu tempat di babak knockout?



