Messi Sejajar Legenda: Tiga Pemain Cetak Gol di Enam Laga Piala Dunia Beruntun
Baca dalam 60 detik
- Hanya tiga pemain dalam sejarah Piala Dunia yang berhasil mencetak gol dalam enam pertandingan beruntun: Just Fontaine, Jairzinho, dan Lionel Messi.
- Messi masih memiliki rekor aktif setelah mencetak gol di enam laga beruntun sejak 2022, termasuk tiga gol ke gawang Aljazair pada Piala Dunia 2026.
- Sebanyak 14 pemain dari sembilan negara masuk dalam daftar elite pencetak gol di lima atau lebih pertandingan Piala Dunia beruntun.

Lionel Messi resmi menyamai rekor langka di Piala Dunia: menjadi salah satu dari hanya tiga pemain yang mampu mencetak gol dalam enam pertandingan beruntun di turnamen paling bergengsi sepak bola tersebut. Capaian ini menempatkannya sejajar dengan legenda Prancis Just Fontaine dan ikon Brasil Jairzinho.
Menurut data FIFA, Messi memulai rentetan golnya pada laga Argentina melawan Australia di babak 16 besar Piala Dunia 2022. Ia kemudian terus mencetak gol di setiap laga berikutnya, termasuk dua gol di final melawan Prancis. Pada Piala Dunia 2026, ia menambah tiga gol ke gawang Aljazair dan dua gol ke gawang Austria, membuat catatan golnya menjadi 10 dalam enam penampilan beruntun. Rata-rata gol per laga selama rentetan itu mencapai 1,67, jauh di atas rata-rata keseluruhan karier Piala Dunianya yang sebesar 0,64 gol per pertandingan.
Fontaine, yang mencetak 13 gol dalam enam laga beruntun pada Piala Dunia 1958, memegang rekor jumlah gol terbanyak dalam rentetan semacam itu. Jairzinho, yang menjadi bagian dari tim juara Brasil 1970, mencatatkan tujuh gol dalam enam pertandingan. Namun, baik Fontaine maupun Jairzinho tidak lagi aktif, sementara Messi masih berpeluang memperpanjang catatannya pada edisi mendatang.
Daftar pemain dengan lima penampilan beruntun mencetak gol juga mencakup nama-nama besar seperti Gerd Müller (Jerman Barat), Eusébio (Portugal), dan Rivaldo (Brasil). Menariknya, beberapa pemain seperti Leonidas (Brasil) dan György Sárosi (Hungaria) hanya tampil di satu atau dua edisi Piala Dunia, tetapi berhasil mempertahankan konsistensi mencetak gol di setiap laga yang mereka mainkan. Sementara itu, pemain seperti Careca (Brasil) dan Teófilo Cubillas (Peru) membagi rentetan gol mereka di dua edisi berbeda.
Bagi Indonesia, catatan ini menjadi pengingat betapa sulitnya konsistensi di level tertinggi. Meski timnas Indonesia belum pernah lolos ke Piala Dunia, prestasi individu seperti ini bisa menjadi tolok ukur bagi pengembangan pemain muda. Akademi sepak bola di Tanah Air dapat mempelajari pola latihan dan mentalitas para pemain elite tersebut untuk meningkatkan kualitas pencetak gol lokal.
Pertanyaan selanjutnya: mampukah Messi memperpanjang rekor menjadi tujuh laga beruntun di Piala Dunia 2030? Atau akankah ada pemain baru yang menyaingi catatan legendaris ini? Yang jelas, torehan Messi telah mengukuhkan namanya dalam sejarah sebagai salah satu pencetak gol paling konsisten di panggung terbesar sepak bola.



