Piala Dunia 2026: Kanada Kehilangan Gelandang Kunci Jelang Laga Penentu Melawan Swiss
Baca dalam 60 detik
- Kanada harus bermain tanpa Ismael Kone yang mengalami patah kaki saat melawan Qatar, pukulan telak bagi lini tengah tim.
- Laga melawan Swiss di Vancouver akan menentukan siapa yang lolos ke babak gugur sebagai juara grup, dengan kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin.
- Kebugaran kapten Kanada, Alphonso Davies, masih diragukan karena cedera hamstring, menambah tantangan bagi pelatih Jesse Marsch.

Kanada harus menghadapi laga hidup-mati melawan Swiss tanpa gelandang andalan mereka, Ismael Kone, yang mengalami patah kaki akibat tekel keras pemain Qatar, Assim Madibo, pada pertandingan sebelumnya. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi tim tuan rumah yang tengah berjuang untuk pertama kalinya menembus babak gugur Piala Dunia.
Kone, yang dianggap sebagai jantung permainan Kanada, mengalami cedera serius saat timnya menghancurkan Qatar 6-0 pekan lalu. Kehilangan pemain berusia 22 tahun itu membuat pelatih Jesse Marsch harus merombak strategi di lini tengah. Marsch mengakui absennya Kone melemahkan tim, namun ia optimistis pemain pengganti mampu tampil maksimal.
"Dia adalah segalanya bagi tim ini," ujar Jonathan David, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Kanada, tentang rekannya yang cedera. "Ini momen sulit, tapi kami harus tetap kuat untuknya." Nathan Saliba, yang menggantikan Kone saat melawan Qatar, langsung mencetak gol dan memberikan penghormatan dengan menunjukkan jersey nomor 8 Kone.
Selain Kone, kondisi kapten Alphonso Davies juga menjadi tanda tanya. Pemain sayap Bayern Munich itu masih dalam pemulihan cedera hamstring yang dideritanya sejak awal Mei. Davies tersedia saat melawan Qatar, namun tidak dimainkan. Kehadirannya sangat dinantikan untuk menambah daya gedor Kanada.
Pertandingan di BC Place, Vancouver, ini akan menjadi penentu siapa yang berhak menduduki puncak klasemen Grup B. Swiss, yang diunggulkan di awal turnamen, hanya membutuhkan satu poin untuk memastikan tempat di babak 32 besar. Sementara itu, Kanada harus menang atau setidaknya imbang untuk menjaga peluang lolos.
Bagi Indonesia, performa Kanada di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan karena turnamen ini pertama kali digelar di tiga negara, termasuk Kanada. Keberhasilan tim tuan rumah melaju ke babak gugur bisa menjadi inspirasi bagi negara-negara berkembang sepak bola, termasuk Indonesia, yang tengah berupaya meningkatkan kualitas tim nasional. Selain itu, banyak diaspora Indonesia di Kanada yang antusias mendukung tim tuan rumah.
Swiss sendiri memiliki rekor impresif di fase grup, namun selalu gagal di babak gugur. Pelatih Murat Yakin menekankan pentingnya fokus penuh untuk mengamankan satu poin. "Kami tahu Kanada akan bermain dengan semangat tinggi setelah kemenangan besar mereka. Tapi kami punya pengalaman dan kualitas untuk mengatasi tekanan," ujar Yakin.
Dengan absennya Kone dan ketidakpastian Davies, Marsch harus memutar otak. Ia bisa mengandalkan Stephen Eustรกquio dan Samuel Piette untuk mengisi lini tengah. Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama mengincar tiket ke babak selanjutnya. Akankah Kanada menulis sejarah baru, atau Swiss kembali menunjukkan kegigihan mereka?



