Olivia Cooke Hapus Instagram: Media Sosial Dinilai Rusak Citra Diri
Baca dalam 60 detik
- Aktris House of the Dragon, Olivia Cooke, mengaku meninggalkan Instagram karena algoritma platform itu dianggap mengaburkan persepsi terhadap tubuh dan identitas diri.
- Fenomena looksmaxxing dan konten transformasi fisik di media sosial dinilai memperparah kecemasan akan penampilan, termasuk di industri hiburan.
- Meski sudah tak aktif di media sosial, Cooke tetap menerima kritik pedas dari penggemar saat bertemu langsung, terutama terkait karakternya di serial tersebut.

Olivia Cooke, aktris yang memerankan Alicent Hightower dalam serial House of the Dragon, secara terbuka mengungkapkan alasan di balik keputusannya meninggalkan Instagram. Bagi Cooke, platform berbagi foto itu bukan sekadar tempat bersosialisasi, melainkan ruang yang perlahan mengikis cara pandang seseorang terhadap tubuh dan jati dirinya.
Dalam wawancara dengan The Guardian, Cooke mengaku jenuh dengan konten yang terus-menerus menampilkan transformasi fisik, terutama dari para looksmaxxers—istilah untuk mereka yang berupaya memaksimalkan penampilan lewat rutinitas tertentu. “Saya muak melihat anak berusia 21 tahun yang mempromosikan program perubahan wajah, lalu memajang foto dirinya saat 14 tahun yang sedang pubertas di samping foto sekarang, dan berkata, ‘Lihat perubahannya’,” ujarnya.
Menurut Cooke, paparan semacam itu membuat seseorang menjadi terlalu introspektif dan kehilangan gambaran realistis tentang tubuhnya sendiri. “Ini sangat narsistik, dan itu mendistorsi gambaran mental Anda tentang tubuh dan diri Anda. Saya rasa hal ini sudah merembes ke industri kami juga,” tambahnya. Kekhawatiran itu pula yang mendorongnya untuk menonaktifkan akun Instagram pribadinya.
Namun, keputusan untuk menjauh dari dunia maya tidak lantas membuat Cooke terbebas dari kritik. Ia mengaku masih kerap menerima komentar pedas saat penggemar berhenti untuk berfoto, lalu melontarkan makian terhadap karakter yang ia perankan. “Mereka ingin foto dengan saya, lalu setelahnya mereka bilang, ‘Saya benci karakter Anda, ngomong-ngomong,’ atau ‘Karakter Anda menyebalkan’,” cerita Cooke. Ia memilih menanggapinya dengan santai, bahkan kerap bercanda agar penggemar menghapus foto yang baru diambil.
Fenomena ini mengingatkan pada dampak psikologis media sosial yang juga dirasakan banyak orang Indonesia. Riset Kementerian Kesehatan tahun 2023 menunjukkan bahwa 45% remaja Indonesia mengalami kecemasan berlebih terkait penampilan fisik setelah aktif di platform visual seperti Instagram dan TikTok. Tren looksmaxxing pun mulai menjamur di kalangan anak muda Indonesia, dengan banyak konten yang menawarkan panduan perubahan wajah tanpa mempertimbangkan efek psikologis jangka panjang.
Cooke juga menyinggung soal viralitas dirinya bersama lawan main Emma D'Arcy saat membahas minuman favorit—negroni sbagliato—yang sempat menjadi perbincangan hangat. “Saya pikir menarik bahwa dalam ekonomi perhatian yang serba pendek ini, setelah karier yang cukup luas, justru hal itulah yang paling saya dikenal,” ujarnya. Namun, ia menyadari bahwa popularitas semacam itu hanya bertahan sekitar 15 menit.
Langkah Cooke keluar dari Instagram menjadi pengingat bahwa tekanan untuk tampil sempurna di media sosial tidak hanya dialami oleh publik figur, tetapi juga masyarakat umum. Di tengah gempuran konten yang terus mendorong perbandingan fisik, mampukah kita tetap mempertahankan citra diri yang sehat?



