Salah Panggung di Piala Dunia: Mesir Bangkit, Catat Kemenangan Bersejarah
Baca dalam 60 detik
- Mohamed Salah mencetak satu gol dan satu assist saat Mesir mengalahkan Selandia Baru 3-1, meraih kemenangan pertama dalam sejarah Piala Dunia.
- Pelatih Hossam Hassan memainkan Salah sebagai penyerang lubang di belakang striker, peran yang sukses mengubah permainan Mesir di babak kedua.
- Kemenangan ini membawa Mesir memuncaki grup dengan empat poin, memperbaiki rekor buruk mereka yang selalu tersingkir di fase grup pada edisi sebelumnya.

Mohamed Salah kembali membuktikan diri sebagai aktor utama di panggung Piala Dunia. Kapten timnas Mesir itu menjadi motor kebangkitan timnya saat membalikkan keadaan dan mengalahkan Selandia Baru 3-1 di Vancouver, Minggu (21/6). Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan catatan bersejarah: untuk pertama kalinya Mesir merasakan kemenangan di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Setelah musim terakhir yang kurang gemilang di Liverpool, Salah tampil trengginas di turnamen ini. Dalam dua laga, ia telah mengoleksi satu gol dan dua assist. Meski usianya sudah 34 tahun dan tak lagi berada di puncak karier seperti saat berseragam The Reds, pemain asal Nagrig itu tetap menjadi ancaman utama bagi pertahanan lawan.
Pelatih Hossam Hassan kembali mempercayakan Salah sebagai penyerang lubang di belakang striker tunggal Omar Marmoush dalam formasi 4-2-3-1. Posisi yang relatif baru bagi Salah ini ternyata ampuh. Di babak pertama, pergerakannya agak terbatas karena rapatnya pertahanan Selandia Baru. Namun, selepas jeda, ia mengambil alih kendali permainan.
Kebangkitan Mesir dimulai pada menit ke-58. Mostafa Zico menyundul umpan silang Mohamed Hany untuk menyamakan kedudukan. Sembilan menit berselang, Salah berkolaborasi dengan Zico dalam skema satu-dua yang rapi sebelum melepaskan tembakan kaki kiri melengkung yang tak mampu dihalau kiper Selandia Baru. Ia kemudian berganti peran menjadi pengumpan, dengan sepak pojoknya disundul Mahmoud Trezeguet untuk memastikan kemenangan.
"Kami bisa membuat sejarah dan lolos sebagai juara grup. Di tahun-tahun mendatang, kalian akan mengingat ini sebagai salah satu pencapaian terbaik kami," ujar Salah usai pertandingan. "Rasanya seperti bermain di Mesir, dengan semua penggemar memakai baju merah. Semua orang bahagia dan bersemangat."
Bagi Indonesia, performa Mesir di Piala Dunia ini bisa menjadi pelajaran berharga. Timnas Indonesia, yang tengah berjuang meningkatkan peringkat FIFA dan menembus Piala Dunia, dapat melihat bagaimana negara dengan tradisi sepak bola kuat seperti Mesir mampu bangkit dari keterpurukan. Transformasi Mesir dari langganan fase grup menjadi tim yang kompetitif menunjukkan pentingnya konsistensi strategi dan kepercayaan pada pemain bintang.
Mesir kini memuncaki Grup B dengan empat poin, unggul satu angka atas Iran yang akan menjadi lawan berikutnya di Seattle. Selandia Baru, yang hanya mengoleksi satu poin, berada di dasar klasemen. Statistik penguasaan bola mungkin tidak sepenuhnya berpihak pada Mesir, tetapi intensitas dan kreativitas yang ditunjukkan di babak kedua menjadi pembeda.
Kemenangan ini menjadi langkah besar dalam mengubah catatan Piala Dunia Mesir yang sebelumnya hanya diwarnai kegagalan di fase grup pada 1934, 1990, dan 2018โsebuah kontras tajam dengan tujuh gelar Piala Afrika yang mereka miliki. Pertanyaan besarnya: akankah Mesir mampu mempertahankan momentum ini dan akhirnya melaju ke babak gugur untuk pertama kalinya?



