Tottenham Siap Pecahkan Rekor Transfer Demi Mateus Fernandes, Gelandang Muda Bergaya Dele Alli
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan telah mencapai kesepakatan personal dengan Mateus Fernandes, gelandang West Ham yang baru terdegradasi, dengan nilai transfer mencapai ยฃ85 juta โ rekor klub.
- Kedatangan Fernandes dianggap sebagai suksesor mentalitas Dele Alli di lini tengah, dengan kemampuan membawa bola dan kepercayaan diri yang mirip.
- Selain Fernandes, Spurs juga memburu Sandro Tonali dari Newcastle dan telah mendatangkan tiga pemain belakang, menandai perombakan besar skuad setelah finis ke-17 Premier League.

Tottenham Hotspur dikabarkan semakin dekat dengan kesepakatan transfer senilai ยฃ85 juta untuk mengamankan jasa Mateus Fernandes dari West Ham United, sebuah angka yang akan memecahkan rekor pembelian termahal klub asal London Utara tersebut. Langkah ini menjadi sinyal ambisi besar Spurs setelah musim lalu nyaris terdegradasi ke Championship.
Menurut laporan TEAMtalk yang dirilis Kamis (12/6), negosiasi antarklub telah memasuki tahap lanjut. Kesepakatan pribadi dengan pemain berusia 21 tahun itu disebut sudah tercapai, dengan Manchester United sempat ikut dalam perburuan namun kalah dalam tawaran gaji. Tottenham menawarkan paket awal ยฃ65 juta plus bonus yang bisa mendongkrak total menjadi ยฃ85 juta.
Pembelian ini menandai perubahan strategi Tottenham di bawah asuhan Roberto De Zerbi. Setelah musim lalu hanya finis di peringkat ke-17, Spurs menyadari perlunya pemain matang ketimbang sekadar prospek muda. Sebelumnya, mereka telah merekrut bek Jan Paul van Hecke (ยฃ52 juta), serta Andy Robertson dan Marcos Senesi secara gratis.
Yang menarik, gaya bermain Fernandes disebut-sebut memiliki kemiripan dengan Dele Alli saat masih di puncak kariernya. Analis sepak bola Joost van der Leij bahkan menjulukinya sebagai "superstar". Meski secara posisi Dele lebih ofensif, keduanya sama-sama unggul dalam membawa bola ke depan dan sulit dihentikan lawan. Musim lalu, Fernandes dan Declan Rice menjadi pemain dengan rasio jarak progresif per kehilangan bola tertinggi di Premier League.
Kepercayaan diri tinggi yang dimiliki Fernandes mengingatkan pada sosok Dele Alli yang tak kenal takut. "Berikan bola padanya dan dia akan menciptakan sesuatu," demikian gambaran yang melekat pada keduanya. Di usianya yang baru 21 tahun, Fernandes telah menunjukkan performa konsisten di Premier League, sama seperti Dele saat pindah ke Spurs pada usia 22 tahun pada 2015.
Namun, Tottenham juga masih memburu gelandang lain, Sandro Tonali dari Newcastle United. Meski demikian, ada kekhawatiran Arsenal bisa membajak transfer pemain Italia tersebut. Untuk mengantisipasi hal itu, Spurs mempercepat negosiasi Fernandes sebagai opsi utama.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Tottenham ini menarik untuk diikuti. Premier League selalu menjadi liga yang paling banyak ditonton di Tanah Air, dan perombakan besar Spurs bisa mengubah peta persaingan musim depan. Apakah Mateus Fernandes akan menjadi bintang baru seperti Dele Alli, atau justru menjadi investasi mahal yang berisiko? Hanya waktu yang akan menjawab.



