Tottenham Rekrut Eks Gelandang Arsenal Victoria Pelova dengan Status Bebas Transfer
Baca dalam 60 detik
- Tottenham resmi mendatangkan gelandang timnas Belanda Victoria Pelova yang baru saja hengkang dari Arsenal.
- Pelova bergabung secara gratis setelah tiga musim membela rival sekota dan turut membawa Arsenal juara Liga Champions Wanita 2025.
- Kedatangan pemain berusia 27 tahun itu diharapkan memperkuat lini tengah Spurs yang musim lalu kesulitan bersaing di papan atas WSL.

Tottenham Hotspur resmi mengumumkan perekrutan gelandang timnas Belanda, Victoria Pelova, yang baru saja meninggalkan Arsenal. Pemain berusia 27 tahun itu bergabung dengan status bebas transfer setelah kontraknya bersama The Gunners berakhir.
Pelova menghabiskan tiga musim di Arsenal dan menjadi bagian penting dari skuad yang memenangkan Liga Champions Wanita pada 2025. Selain trofi bergengsi Eropa itu, ia juga mengoleksi dua Piala Liga dan satu Piala Champions bersama klub asal London utara tersebut. Kepindahannya ke Tottenham menjadi salah satu perpindahan paling mencolok di bursa transfer musim panas ini, mengingat rivalitas sengit antara kedua klub.
Musim lalu, Pelova harus melewati masa pemulihan cedera ligamen anterior (ACL) yang memaksanya absen cukup lama. Namun, ia berhasil bangkit dan mencatatkan 30 penampilan di semua kompetisi pada musim perdananya bersama Arsenal. Ketangguhan mental dan fisiknya menjadi nilai tambah bagi lini tengah Spurs yang musim lalu kerap kesulitan menembus papan atas klasemen Women's Super League (WSL).
Di level internasional, Pelova telah mencatatkan 71 penampilan untuk Belanda dan menjadi bagian dari skuad Oranje di empat turnamen besar terakhir, termasuk Piala Dunia Wanita dan Kejuaraan Eropa. Pengalamannya di panggung global diyakini akan membawa perspektif baru bagi ruang ganti Tottenham. Pelatih Tottenham, Martin Ho, disebut-sebut menjadi faktor kunci dalam keputusan Pelova bergabung. Dalam pernyataan resmi klub, Pelova mengaku langsung merasa cocok dengan visi sang pelatih setelah melakukan pembicaraan. "Rasanya menyenangkan berada di sini, saya mendapat sambutan hangat dari semua orang. Saat berbicara dengan Martin Ho, dia sangat baik. Saya langsung merasa bahwa Spurs adalah tempat yang tepat," ujar Pelova.
Bagi sepak bola wanita Indonesia, pergerakan pemain sekaliber Pelova bisa menjadi inspirasi. Liga Indonesia masih dalam tahap pengembangan, namun semakin banyak pemain Asia yang merambah Eropa. Kehadiran pemain seperti Pelova di klub besar menunjukkan bahwa cedera serius bukanlah akhir karier, dan kerja keras bisa membawa kembali ke puncak. Tottenham sendiri berharap kedatangan Pelova bisa meningkatkan daya saing tim di WSL musim depan, setelah musim lalu mereka finis di posisi tengah klasemen. Dengan rekam jejak yang dimiliki, Pelova diyakini bisa menjadi motor serangan sekaligus mentor bagi pemain muda Spurs.
Ke depan, tantangan terbesar Pelova adalah beradaptasi dengan gaya permainan Tottenham yang berbeda dengan Arsenal. Namun, dengan kualitas dan pengalamannya, ia diprediksi akan cepat berintegrasi. Pertanyaan yang kini mengemuka: mampukah Pelova membawa Tottenham bersaing di papan atas dan mengulang kesuksesan seperti yang ia raih bersama Arsenal?



