Paulina Porizkova Balas Kritik Berat Badan: Saya Lebih Nyaman dengan Tubuh Ini
Baca dalam 60 detik
- Model 61 tahun Paulina Porizkova menanggapi komentar negatif soal kenaikan berat badannya dengan video bikini dan pernyataan tegas.
- Ia menolak tekanan untuk kembali ke bentuk tubuh ideal, menekankan bahwa melawan penuaan membutuhkan waktu dan uang yang besar.
- Respons publik justru ramai memberikan dukungan, memuji kejujuran dan kepercayaan diri Porizkova terhadap tubuhnya.

Paulina Porizkova, model internasional berusia 61 tahun, memilih untuk tidak tinggal diam saat warganet mengomentari kenaikan berat badannya. Lewat unggahan Instagram yang menampilkan dirinya mengenakan bikini merah, Porizkova menyampaikan pesan tegas: ia lebih nyaman dengan tubuhnya saat ini daripada sebelumnya.
Kritik bermula dari unggahan sebelumnya di mana Porizkova mengaku tidak masalah dengan pertambahan berat badannya dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah pengguna media sosial justru menyarankannya untuk menurunkan berat badan, bahkan ada yang menawarkan program diet berbayar. Dalam video terbaru, Porizkova membalas dengan nada lugas.
“Saya mendapat banyak cinta dan dukungan, dan juga beberapa orang yang dengan ‘membantu’ memberi tahu bahwa jika saya makan dan berolahraga dengan benar, saya BISA menghilangkan berat badan,” tulisnya. “Ada juga yang dengan ramah menawarkan program ciptaan mereka dengan bayaran tertentu.”
Porizkova menegaskan bahwa ia sadar bisa menurunkan berat badan dengan makan lebih sedikit dan berolahraga lebih keras, atau bahkan menjalani sedot lemak. Namun, itu bukan inti persoalan. “Poin saya adalah: melawan penuaan membutuhkan banyak waktu dan uang,” ujarnya. “Pada titik ini dalam hidup saya, saya lebih nyaman dengan tubuh ini daripada sebelumnya. Lebih bersyukur. Dan saya pun banyak hal lain yang ingin saya lakukan dengan waktu dan uang saya.”
Pernyataan Porizkova menyentuh isu yang lebih luas tentang tekanan terhadap perempuan, terutama yang berada di industri hiburan, untuk mempertahankan penampilan muda. Di Indonesia, fenomena serupa juga terjadi di kalangan selebritas dan publik figur. Banyak artis Tanah Air yang kerap mendapat komentar soal berat badan, baik saat naik maupun turun. Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, dr. Aulia, menilai bahwa komentar semacam itu bisa memicu gangguan citra tubuh, terutama pada generasi muda yang aktif di media sosial.
“Tekanan untuk selalu tampil sempurna di media sosial sangat kuat. Ketika figur publik seperti Porizkova berani berbicara terbuka, itu bisa menjadi contoh positif bahwa menerima perubahan tubuh adalah bagian dari proses penuaan yang alami,” ujar dr. Aulia. Ia menambahkan bahwa di Indonesia, diskusi tentang body positivity mulai mengemuka, namun masih perlu didorong lebih luas.
Respons warganet terhadap unggahan Porizkova mayoritas positif. Seorang pengguna menulis, “Kepercayaan diri yang benar-benar mengenal dan menghargai tubuhmu, bukan sekadar memandangnya.” Yang lain menambahkan, “Kamu terlihat luar biasa, bukan ‘untuk usia kamu’—kamu cantik mencolok, titik.” Komentar lainnya bahkan mengaitkan dengan pengalaman pribadi: “Seandainya dulu aku lebih mencintai tubuhku saat muda. Semoga tubuh ini bertahan 60+ tahun lagi.”
Porizkova bukan kali pertama bersuara soal penuaan dan standar kecantikan. Sebelumnya, ia kerap membagikan foto tanpa filter dan berbicara tentang perubahan fisik seiring usia. Langkahnya kali ini kembali menegaskan bahwa kebahagiaan dan penerimaan diri lebih berharga daripada memenuhi ekspektasi orang lain. Pertanyaannya, mampukah industri hiburan dan media sosial berhenti mengukur nilai seseorang dari angka timbangan?



