Shailene Woodley: 'Paradise' Bukan Sekadar Drama Kiamat, Ada Pesan Kemanusiaan yang Dalam
Baca dalam 60 detik
- Aktris Shailene Woodley mengaku terharu saat memerankan Annie di serial 'Paradise' karena menemukan pesan harapan di tengah keputusasaan.
- Proses syuting yang intens, termasuk adegan melahirkan, membuatnya merasa sangat hadir dan belajar banyak tentang ketahanan diri.
- Woodley bergabung hanya sembilan hari setelah pertemuan dengan penulis, menjadikan proses kreatifnya intuitif dan meditatif.

Serial apokaliptik 'Paradise' tidak hanya menawarkan ketegangan dunia yang runtuh, tetapi juga menyelipkan pesan mendalam tentang kebaikan hati manusia. Shailene Woodley, yang memerankan tokoh Annie, mengaku bahwa tema itulah yang membuatnya tanpa ragu menerima tawaran bermain. Dalam wawancara dengan podcast TV Topics, aktris 34 tahun itu menyebut serial ini sebagai pengingat bahwa di tengah penderitaan terbesar sekalipun, selalu ada potensi untuk cinta dan dukungan komunal.
Woodley menuturkan bahwa pengalaman pribadinya dengan kesepian membantunya terhubung dengan karakter Annie. Di episode-episode awal, Annie mengurung diri di Graceland, rumah Elvis Presley, sendirian. “Kesepian adalah perasaan yang sangat manusiawi. Ia bisa menghancurkan, atau justru mengingatkan kita pada ketangguhan diri,” ujarnya. Bagi Woodley, di dalam kesepian selalu ada harapan akan sesuatu yang lebih baik—sebuah antitesis dari keterasingan.
Salah satu adegan paling intens yang ia lalui adalah saat Annie melahirkan seorang bayi perempuan, hanya ditemani oleh sahabatnya Xavier (Sterling K. Brown). Woodley mengaku bahwa setelah syuting, ia menelepon pasangannya dan berkata bahwa ia merasa sangat hadir. “Adrenalin dari pengalaman emosional yang begitu kuat benar-benar memotong semua kebisingan,” kenangnya. Momen itu, menurutnya, menjadi pelajaran berharga tentang kehadiran penuh dalam setiap detik kehidupan.
Proses casting yang mendadak justru menjadi berkah tersendiri. Woodley mendapat panggilan untuk bergabung sangat terlambat—hanya sembilan hari antara pertemuan Zoom dengan penulis Dan Fogelman dan hari pertama syuting. Namun, kecepatan itu membuat segalanya terasa intuitif. “Seluruh proses terasa seperti pusaran dalam arti yang baik. Sangat intuitif. Saya belajar banyak dari Annie, mungkin lebih dari karakter lain,” katanya. Ia bahkan menyebut pengalaman syuting dua minggu pertama sendirian di Graceland sebagai bentuk meditasi.
Bagi penonton Indonesia, serial seperti 'Paradise' menawarkan cermin tentang bagaimana masyarakat menghadapi krisis. Di tengah ketidakpastian global—mulai dari perubahan iklim hingga ketegangan geopolitik—pesan tentang solidaritas dan harapan menjadi relevan. Woodley sendiri menekankan bahwa kebaikan ada di hati manusia, dan komunitas adalah kunci untuk bertahan. “Ketika ada penderitaan besar, di situ pula ada potensi besar untuk cinta dan dukungan,” ujarnya.
“Goodness exists in the human heart.” — Shailene Woodley
Serial 'Paradise' sendiri masih terus bergulir, dan karakter Annie diperkirakan akan berkembang lebih jauh. Pertanyaan yang tersisa: akankah pesan harapan yang dibawanya mampu menginspirasi penonton di Indonesia untuk lebih peduli pada sesama, terutama di masa-masa sulit? Ataukah serial ini hanya akan menjadi tontonan pelarian semata? Waktu yang akan menjawab.



