Piala Dunia 2026: Bek Jerman Nico Schlotterbeck Cedera, Dipastikan Absen
Baca dalam 60 detik
- Nico Schlotterbeck mengalami robek ligamen pergelangan kaki kiri saat melawan Pantai Gading dan dipastikan tidak bisa melanjutkan Piala Dunia 2026.
- Cedera ini memaksa pelatih Julian Nagelsmann merombak lini pertahanan, dengan Antonio Rüdiger sebagai pengganti utama.
- Tanpa Schlotterbeck, Jerman kehilangan bek kiri natural yang unggul dalam membangun serangan dari belakang.

Pukulan telak menerpa skuad Jerman di Piala Dunia 2026: bek andalan Nico Schlotterbeck dipastikan absen hingga turnamen usai setelah mengalami cedera ligamen pergelangan kaki kiri saat melawan Pantai Gading, Selasa (28/6) waktu setempat.
Pemain Borussia Dortmund itu terjatuh di babak pertama setelah berduel dengan Amad Diallo. Meski sempat melanjutkan permainan, ia akhirnya ditarik keluar saat jeda dan digantikan Antonio Rüdiger. Hasil MRI menunjukkan robek ligamen yang membutuhkan waktu pemulihan berbulan-bulan, menurut pernyataan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB).
"Kami akan sangat kehilangan bek luar biasa seperti Schlotti, terutama dalam membangun serangan. Ini bisa menjadi Piala Dunia miliknya. Untungnya dia tetap bersama tim karena pengaruhnya di luar lapangan juga besar," ujar pelatih Julian Nagelsmann setelah konfirmasi cedera.
Jerman sendiri sukses mengalahkan Pantai Gading 2-1 berkat gol telat Deniz Undav. Namun, Schlotterbeck tidak bisa ikut merayakan kemenangan meski duduk di bangku cadangan pada babak kedua. Kini Rüdiger diproyeksikan menjadi duet Jonathan Tah di jantung pertahanan setidaknya hingga fase gugur.
Nagelsmann memiliki beberapa opsi lain di bangku cadangan, seperti rekan setim Schlotterbeck di Dortmund, Waldemar Anton, dan bek Newcastle United Malick Thiaw. Namun, tidak satu pun dari mereka yang memiliki kelebihan sebagai bek kiri alami seperti Schlotterbeck. Hal ini bisa menjadi kelemahan taktis yang dieksploitasi lawan di babak knockout.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena Jerman merupakan salah satu tim unggulan yang sering diikuti. Cedera Schlotterbeck mengingatkan pada kerentanan pemain top terhadap cedera di turnamen besar, sekaligus membuka peluang bagi pemain lain untuk bersinar. Indonesia, yang tengah membangun sepak bolanya, bisa belajar dari manajemen skuad Jerman dalam menghadapi situasi darurat.
Jerman, yang sudah memastikan posisi puncak Grup E, akan menyelesaikan fase grup melawan Ekuador di New York/New Jersey pada Kamis (30/6) pukul 22.00 CEST. Pertandingan berikutnya di babak 16 besar akan digelar di Boston pada 29 Juni. Bisakah lini belakang Jerman tetap kokoh tanpa Schlotterbeck? Atau justru absennya sang bek kiri menjadi celah yang dimanfaatkan lawan?



