Persijap Lepas Empat Pemain Termasuk Aly Ndom Jelang Super League 2026/2027
Baca dalam 60 detik
- Persijap Jepara resmi berpisah dengan gelandang asal Prancis, Aly Ndom, sebagai bagian dari perombakan skuad jelang musim depan.
- Klub berjuluk Laskar Kalinyamat itu telah melepas total empat pemain, termasuk Carlos Franca, Dicky Kurniawan, dan Wahyudi Hamisi.
- Manajemen Persijap bergerak aktif di bursa transfer untuk memperkuat tim menghadapi kompetisi yang dijadwalkan mulai September 2026.

Persijap Jepara terus melakukan perombakan skuad menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Klub yang bermarkas di Stadion Gelora Bumi Kartini itu resmi melepas gelandang asal Prancis, Aly Ndom, sebagai pemain keempat yang angkat kaki dari tim.
Presiden Persijap, M. Iqbal Hidayat, mengungkapkan rasa terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan Aly Ndom selama lima bulan membela Laskar Kalinyamat. "Kami berterima kasih atas kontribusi, kerja keras, dan profesionalisme yang ditunjukkan Aly. Kami mendoakan kariernya terus berkembang," ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Aly Ndom didatangkan pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026 dan mencatatkan 11 penampilan dengan dua kartu kuning. Meski masa baktinya singkat, pemain berusia 30 tahun itu berperan membantu Persijap keluar dari ancaman degradasi musim lalu. Ia mengaku bersyukur pernah menjadi bagian tim dan merasakan dukungan luar biasa dari suporter.
Sebelum Aly Ndom, Persijap sudah melepas tiga pemain lain: Carlos Franca, Dicky Kurniawan, dan Wahyudi Hamisi. Tak hanya itu, klub juga mengakhiri kerja sama dengan pelatih kiper asal Korea Selatan, Yoo Jae-hoon, yang dikabarkan akan bergabung dengan Persija Jakarta dan bereuni dengan Shin Tae-yong.
Langkah perombakan ini menjadi sinyal bahwa Persijap serius membangun tim yang lebih kompetitif untuk musim depan. Manajemen disebut akan terus bergerak aktif di bursa transfer untuk mendatangkan pemain baru. Super League 2026/2027 rencananya digelar pada awal September, memberi waktu bagi klub untuk menyusun komposisi skuad ideal.
Bagi Persijap, musim lalu menjadi pelajaran berharga setelah nyaris terdegradasi. Dengan pengalaman tersebut, tim asuhan Mario Lemos diharapkan mampu tampil lebih solid dan tidak lagi berada di zona merah. Pertanyaan besarnya, akankah perombakan besar-besaran ini membawa Persijap bersaing di papan atas, atau justru mengganggu stabilitas tim?



