Liburan Batal, Zico Jadi Pahlawan Mesir di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Mostafa 'Zico' Mohamed dipanggil pelatih Hossam Hassan saat hendak liburan, lalu tampil gemilang dengan gol dan assist di Piala Dunia 2026.
- Kemenangan 3-1 atas Selandia Baru menjadi kemenangan perdana Mesir di Piala Dunia, membuka peluang lolos ke fase gugur.
- Zico, pemain serba bisa yang dinamai legenda Brasil, menjadi bukti tradisi adopsi nama bintang di sepak bola Mesir.

VANCOUVER โ Rencana liburan musim panas Mostafa Mohamed mendadak sirna. Pemain yang akrab disapa Zico itu justru mendapat panggilan tak terduga dari tim nasional Mesir dan kini menjadi sorotan di Piala Dunia 2026.
"Saya jauh dari tim nasional dan sejujurnya tidak menyangka," ujar penyerang Pyramids FC itu usai mencetak satu gol dan satu assist dalam kemenangan 3-1 Mesir atas Selandia Baru, Minggu (21/6) waktu setempat. "Pelatih Hossam Hassan menjemput saya dari pantai utara. Saya hendak berlibur, tiba-tiba saya sudah berada di Piala Dunia."
Zico, yang namanya diambil dari legenda Brasil Zico, merupakan bagian dari tradisi panjang pemain Mesir mengadopsi nama bintang internasional. Sebelum turnamen, ia hanya pemain pinggiran. Namun, penampilannya di laga uji coba melawan Rusia dan Brasil, plus kontribusinya di laga resmi, membuatnya menjadi andalan.
Kemenangan atas Selandia Baru menjadi kemenangan pertama Mesir di Piala Dunia. Hasil ini menempatkan mereka di posisi kuat di Grup G menjelang laga terakhir melawan Iran. Jika konsisten, Mesir berpeluang besar menembus fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah.
"Sejak menit pertama, Hossam Hassan memberi kami kepercayaan diri. Alhamdulillah, saya tidak mengecewakannya sedetik pun," kata Zico. Meski demikian, ia mengingatkan rekan setimnya untuk tidak terbawa euforia. "Kami belum mencapai apa pun. Semoga kami bisa melangkah lebih jauh."
Bagi Indonesia, kisah Zico menjadi pengingat betapa sepak bola bisa mengubah nasib secara dramatis. Di tengah minimnya prestasi timnas, cerita seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda Tanah Air. Namun, perlu diingat bahwa tradisi adopsi nama bintang di Mesir sudah mengakar, sementara di Indonesia praktik serupa jarang terjadi.
Pertanyaan besarnya: bisakah Mesir mempertahankan performa dan lolos ke babak gugur? Jika Zico terus tampil seperti ini, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi kejutan di turnamen ini.



