Kanada Lolos ke 32 Besar Piala Dunia, tapi Kehilangan Keuntungan Kandang
Baca dalam 60 detik
- Kanada finis kedua Grup B setelah kalah 2-1 dari Swiss, sehingga harus bermain di Los Angeles pada babak 32 besar.
- Kekalahan ini membuat Kanada kehilangan kesempatan bermain di Vancouver, tempat mereka tampil impresif sebelumnya.
- Jadwal turnamen menuai kritik karena dianggap tidak menguntungkan tuan rumah bersama seperti Kanada dan Meksiko.

Kegembiraan Kanada melaju ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya harus diiringi kekecewaan. Kekalahan 2-1 dari Swiss di laga pamungkas Grup B pada Rabu (25/6) membuat tim asuhan Jesse Marsch harus meninggalkan markas mereka di Vancouver dan bertolak ke Los Angeles untuk menghadapi Afrika Selatan pada babak 32 besar.
Seandainya Kanada mampu memuncaki klasemen grup, mereka akan tetap bermain di BC Place, Vancouver, setidaknya hingga babak 16 besar. Namun, gol-gol Swiss di babak pertama memupus harapan itu. Marsch mengakui hasil ini pahit, tetapi menegaskan timnya masih memiliki peluang besar untuk membuat kejutan di Amerika Serikat. โKami ingin tetap di Vancouver, tapi kami punya kesempatan besar untuk tetap membangkitkan semangat bangsa, meski dari Los Angeles,โ ujarnya.
Perjalanan Kanada di fase grup sebenarnya cukup gemilang. Setelah bermain imbang 1-1 melawan Bosnia-Herzegovina di Toronto, mereka menghancurkan Qatar 6-0 di Vancouver. Laga kontra Swiss menjadi kekalahan pertama mereka di turnamen ini. Striker Jonathan David mengungkapkan perasaan campur aduk: โSenang bisa merasakan dukungan penuh dari publik Kanada, tapi kami kecewa harus pergi dari Vancouver. Ini pukulan bagi semua orang.โ
Situasi ini kontras dengan dua tuan rumah lainnya. Amerika Serikat, yang sudah memastikan juara Grup D, akan menjalani seluruh sisa pertandingan di kandang sendiri. Meksiko juga diuntungkan setelah menjuarai Grup A, sehingga mereka akan bermain di Mexico City pada babak 32 besar dan berpotensi di 16 besar. Ketimpangan ini memicu kritik terhadap FIFA dan Canada Soccer.
Pengamat sepak bola Kanada, Kristian Jack dari OneSoccer, menilai jadwal turnamen seharusnya bisa diatur lebih adil. โTim yang finis kedua di Grup A (Meksiko) dan Grup B (Kanada) harus bermain di AS. Padahal ada pertandingan lain di Kanada pada babak 32 besar. Situasi ini sebenarnya bisa dihindari,โ katanya. Jack menambahkan bahwa ia sudah lama menyuarakan kekhawatiran ini kepada FIFA dan Canada Soccer. โJika Anda adalah tuan rumah bersama dan memiliki dua laga di babak 32 besar, seharusnya mudah diatur agar Kanada tetap bermain di Toronto atau Vancouver. Kita tidak perlu membicarakan ironi lolos tapi kehilangan keuntungan kandang,โ tegasnya.
Bagi Indonesia, kisah Kanada ini menjadi pelajaran berharga. Jika suatu saat Indonesia menjadi tuan rumah turnamen besar, pengaturan jadwal yang adil bagi seluruh tuan rumah harus menjadi prioritas. Kegagalan mengamankan keuntungan kandang bisa mengurangi semangat tim dan suporter, seperti yang dialami Kanada. Pertanyaan besarnya: apakah FIFA akan mengevaluasi sistem penjadwalan untuk edisi mendatang?



