Lebih dari 700 Warga Brunei Ramaikan Festival Olahraga Kampung, Perkuat Kebersamaan Komunitas
Baca dalam 60 detik
- Acara Kampongku Cergas di Brunei menarik lebih dari 700 peserta dengan kegiatan jalan kaki, bersepeda, dan lari di jalur khusus bebas kendaraan.
- Inisiatif ini tidak hanya mendorong gaya hidup aktif, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga, pemerintah, dan swasta di Mukim Liang.
- Keberhasilan acara ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah di Indonesia untuk menggelar kegiatan serupa guna meningkatkan partisipasi olahraga dan kohesi sosial.

Sebanyak 700 lebih warga RPN Kampong Lumut, Brunei Darussalam, memadati ajang 'Kampongku Cergas Walk, Cycling, and Running' pada Minggu (21/6) lalu. Kegiatan yang digelar dalam rangka perayaan Hari Keluarga Nasional ini menjadi bukti nyata bagaimana olahraga mampu merekatkan ikatan komunitas lintas elemen.
Kepala Desa RPN Lumut Area 3, Rosli Jais, menjelaskan bahwa acara ini dirancang untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat dan aktif di kalangan warga Mukim Liang dan sekitarnya. Format kegiatan mengadopsi konsep Bandarku Ceria, di mana peserta menikmati rute khusus yang bebas kendaraan bermotor mulai pukul 07.00 hingga 09.30 waktu setempat. Jalan-jalan yang biasanya padat lalu lintas disulap menjadi arena aman bagi pejalan kaki, pelari, dan pesepeda.
Lebih dari sekadar olahraga, acara ini menjadi wadah memperkuat solidaritas antarwarga, perangkat desa, instansi pemerintah, serta organisasi swasta. Panitia yang berasal dari Dewan Konsultasi Desa RPN Kampong Lumut juga menyelipkan misi promosi pariwisata lokal. Mukim Liang dan sekitarnya ingin dikenal sebagai destinasi ramah untuk rekreasi, olahraga komunitas, dan wisata keluarga.
Rosli Jais menambahkan, tujuan lain dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberadaan jalur alternatif bersepeda yang lebih aman dan terorganisir di kawasan RPN Lumut. Jalur-jalur tersebut dinilai cocok untuk pesepeda dan aktivitas rekreasi keluarga. "Kami ingin warga memiliki pilihan rute olahraga yang nyaman tanpa harus khawatir dengan lalu lintas," ujarnya.
Acara ini juga dihadiri oleh pejabat daerah, termasuk Pejabat Distrik Belait, Haji Amirol Hafidzin Muhammad, sebagai tamu kehormatan. Anggota Dewan Legislatif, Yang Berhormat Mohammad Abdullah @ Lim Swee Ann, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Kampong Bukit Sawat, turut hadir. Kehadiran para pemimpin ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap inisiatif berbasis komunitas.
Bagi Indonesia, model kegiatan seperti ini bisa menjadi referensi berharga. Di tengah tren urbanisasi dan menurunnya interaksi sosial di perkotaan, acara olahraga massal yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dapat menjadi alat efektif untuk membangun kembali kohesi sosial. Pemerintah daerah di Indonesia dapat mengadaptasi konsep car-free day yang dipadukan dengan kegiatan olahraga terstruktur, seperti yang dilakukan Brunei. Selain mendorong gaya hidup sehat, kegiatan semacam ini juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal melalui partisipasi UMKM dan promosi wisata.
Ke depan, tantangan terbesar adalah menjaga keberlanjutan dan partisipasi. Apakah kegiatan serupa bisa digelar secara rutin dan menjangkau lebih banyak warga? Brunei telah menunjukkan bahwa dengan koordinasi antara desa, pemerintah, dan swasta, acara olahraga komunitas bisa sukses besar. Indonesia, dengan keragaman dan semangat gotong royongnya, memiliki potensi besar untuk meniru dan bahkan mengembangkan model ini lebih jauh.



