Eloy Room Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026: 16 Penyelamatan Samai Rekor Tim Howard
Baca dalam 60 detik
- Kiper Curacao Eloy Room mencatat 16 penyelamatan saat menahan imbang Ekuador 0-0, menyamai rekor Tim Howard di Piala Dunia 2014.
- Performa Room menjadi yang terbaik dari kiper Concacaf, melanjutkan tradisi Shaka Hislop, Guillermo Ochoa, dan Keylor Navas.
- Hasil imbang ini memberi Curacao poin pertama mereka di Piala Dunia, sekaligus poin perdana bagi negara Karibia sejak Trinidad dan Tobago pada 2006.

Kiper Curacao, Eloy Room, mencatatkan namanya dalam buku sejarah Piala Dunia 2026 setelah melakukan 16 penyelamatan dalam laga melawan Ekuador, menyamai rekor kiper Amerika Serikat, Tim Howard, di Brasil 2014. Pertandingan yang berakhir 0-0 di Stadion Kansas City itu tidak hanya mengamankan satu poin bagi Curacao, tetapi juga menegaskan dominasi kiper-kiper dari kawasan Concacaf di panggung terbesar sepak bola dunia.
Room, yang sebelumnya menjadi pahlawan kualifikasi dengan clean sheet melawan Jamaika, kembali menunjukkan ketangguhannya. Dalam wawancara dengan FIFA, ia mengaku merasa tak terkalahkan malam itu. โTidak ada yang bisa melewati saya,โ ujarnya. Catatan 16 saves ini sama dengan rekor Howard saat AS kalah dari Belgia di babak 16 besar 2014, namun Room melakukannya dalam waktu normal 90 menit tanpa perpanjangan waktu.
Pencapaian Room bukanlah kebetulan. Concacaf memiliki tradisi panjang kiper-kiper tangguh di Piala Dunia. Pada 2006, Shaka Hislop menjadi pahlawan Trinidad dan Tobago saat menahan Swedia 0-0, meski ia bukan kiper utama dan baru dimasukkan karena cedera. Hislop melakukan empat penyelamatan krusial, termasuk satu dari Marcus Allback yang dianggap luar biasa. โPiala Dunia 2006 masih seperti dongeng bagi saya,โ kenang Hislop.
Empat tahun lalu di Brasil, tiga kiper Concacaf bersinar: Guillermo Ochoa (Meksiko) menggagalkan sundulan Neymar dan tembakan Paulinho; Keylor Navas (Kosta Rika) hanya kebobolan dua gol dalam 510 menit dan membawa timnya ke perempat final; serta Tim Howard yang mencatat rekor 16 saves. Performa Howard bahkan membuatnya trending di Twitter dengan tagar #ThingsTimHowardCouldSave dan mendapat telepon dari Presiden Barack Obama.
Bagi Indonesia, performa Room menjadi pengingat bahwa kiper dari kawasan non-unggulan mampu bersaing di level tertinggi. Timnas Indonesia sendiri tengah berjuang meningkatkan kualitas penjaga gawang, dengan beberapa nama seperti Nadeo Argawinata dan Ernando Ari yang mulai mencuri perhatian. Tradisi Concacaf menunjukkan bahwa dengan mental baja dan persiapan matang, seorang kiper bisa menjadi pembeda di turnamen besar.
Curacao masih memiliki sisa pertandingan di Grup E. Dengan modal kepercayaan diri dari laga melawan Ekuador, Room dan rekan-rekannya berpeluang menorehkan kejutan lebih lanjut. Pertanyaannya, akankah kiper-kiper Asia, termasuk Indonesia, mampu mengikuti jejak Room dan para legenda Concacaf?



