Tolak Tottenham dan Brentford, Aleksandar Stankovic Pilih Perjuangan di Inter Milan
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Serbia Aleksandar Stankovic menolak tawaran Tottenham Hotspur dan Brentford demi bersaing di Inter Milan.
- Inter mengaktifkan klausul pembelian kembali senilai โฌ23 juta setelah Stankovic tampil gemilang di Club Brugge dengan sembilan gol dan lima assist.
- Keputusan ini menunjukkan tren pemain muda Eropa lebih memilih bertahan di Serie A ketimbang tergiur gemerlap Premier League.

Aleksandar Stankovic, gelandang muda Serbia berusia 20 tahun, memilih untuk tidak tergoda oleh tawaran dari dua klub Premier League, Tottenham Hotspur dan Brentford, demi membuktikan diri di Inter Milan. Keputusan ini diambil meskipun Inter baru saja mengaktifkan klausul pembelian kembali senilai โฌ23 juta dari Club Brugge, setelah sebelumnya melepasnya dengan harga โฌ9,5 juta pada musim panas lalu.
Menurut laporan Sky Sport Italia, Stankovic menerima pendekatan dari Tottenham yang kini ditangani Roberto De Zerbi dan juga Brentford. Namun, ia menolak untuk mendengarkan rencana mereka. Sikap ini kontras dengan tren pemain muda yang kerap memilih Premier League demi gaji lebih tinggi. Inter sendiri sebelumnya kehilangan Marco Palestra ke Chelsea yang menawarkan lebih dari โฌ10 juta ekstra dalam biaya transfer dan dua kali lipat gaji.
Stankovic, putra legenda Inter Dejan Stankovic, merupakan produk akademi Nerazzurri. Musim ini ia menjadi sensasi di Club Brugge dengan menyumbang sembilan gol dan lima assist dalam 55 pertandingan kompetitif, serta membawa klub asal Belgia itu meraih gelar juara. Performa impresifnya membuat Inter tak ragu mengaktifkan klausul buy-back.
Meski telah kembali ke Inter, Stankovic belum tentu langsung masuk skuad utama asuhan Cristian Chivu. Ia harus bersaing dengan pemain senior di lini tengah yang baru saja meraih Scudetto dan Coppa Italia. Namun, tekadnya untuk bertahan di San Siro menunjukkan loyalitas dan ambisi untuk mengikuti jejak sang ayah yang menjadi ikon klub.
Keputusan Stankovic juga menarik dicermati dari perspektif sepak bola Indonesia. Fenomena pemain muda Eropa yang memilih bertahan di liga domestik ketimbang pindah ke Premier League bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan bakat di Tanah Air. Liga Indonesia, meski tidak sekaya Inggris, memiliki potensi untuk mempertahankan pemain muda dengan memberikan kesempatan bermain reguler dan pengembangan karier jangka panjang. Jika klub-klub Indonesia mampu menawarkan proyek yang jelas seperti Inter, bukan tidak mungkin talenta lokal akan lebih betah dan berkembang tanpa harus tergoda pindah ke luar negeri.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Stankovic akan mampu menembus tim utama Inter atau justru dipinjamkan untuk menit bermain. Dengan usia yang masih muda dan potensi besar, ia bisa menjadi aset berharga bagi Inter dalam beberapa tahun ke depan. Namun, persaingan di Serie A sangat ketat, dan ia harus membuktikan bahwa penolakannya terhadap Premier League adalah keputusan yang tepat.



