Keith Richards Berhenti Merokok di Usia 82: Karena Itu 'Kekanak-kanakan'
Baca dalam 60 detik
- Gitaris Rolling Stones, Keith Richards, mengaku berhenti merokok enam tahun lalu karena menganggap kebiasaan itu kekanak-kanakan, meski ia masih mengonsumsi ganja dalam jumlah besar.
- Keputusan ini diambil setelah ia menyadari perlunya menjaga kesehatan di usia senja, dengan mengurangi alkohol dan hanya menikmatinya secukupnya.
- Di usianya yang ke-82, Richards juga menjadi kakek buyut untuk pertama kalinya, yang memberinya perspektif baru tentang kehidupan dan penuaan.

Gitaris legendaris Rolling Stones, Keith Richards, mengaku telah meninggalkan kebiasaan merokok tembakau sejak enam tahun lalu. Di usianya yang kini menginjak 82 tahun, ia menyebut tindakan tersebut sebagai sesuatu yang 'kekanak-kanakan'. Meski begitu, pria yang dikenal dengan gaya hidup liarnya ini masih setia mengonsumsi ganja dalam jumlah banyak.
Dalam wawancara dengan The Guardian, Richards mengungkapkan bahwa ia mulai mendengarkan tubuhnya saat sudah hampir 'berteriak minta tolong'. "Saya tidak jauh dari ujung landasan sebelum saya berteriak minta tolong. Tapi Anda cenderung melambat jika ingin terus berjalan; Anda mengatur kecepatan sendiri," ujarnya. Ia menambahkan bahwa momen 'pencerahan' datang saat ia duduk dengan rokok di mulut dan tiba-tiba berpikir, 'betapa kekanak-kanakannya'. Perasaan itulah yang lebih membuatnya jera daripada alasan kesehatan lainnya.
Richards juga mengaku saat ini tidak mengonsumsi alkohol, meski belum sepenuhnya berhenti. Ia hanya menikmatinya 'secukupnya'. Dengan nada bercanda, ia menambahkan, "Jadi, ya, sekarang hanya satu ton heroin sehari." Pernyataan ini tentu saja merupakan candaan, mengingat Richards telah lama meninggalkan kebiasaan heroin di masa lalu.
Keputusan Richards untuk mengurangi kebiasaan buruknya tidak lepas dari faktor usia dan keluarga. Ia baru saja menjadi kakek buyut untuk pertama kalinya setelah cucunya, Ella Richards, melahirkan seorang putri bernama Luna. Richards mengaku bahwa menjadi kakek buyut memberinya 'cermin lain' untuk melihat asal-usulnya. "Ini hal baru bagi saya. Tapi saya kakek yang fantastis. Saya mencoba membiarkan mereka bergaul dengan saya selama mungkin, lalu saya kembalikan," katanya.
Meski usianya sudah lanjut, Richards berusaha untuk tidak terlalu memikirkan angka. "Saya pikir itu mungkin terlintas di pikiran sesekali โ Anda akan bodoh jika tidak. Tapi itu bukan sesuatu yang Anda pikirkan terus-menerus. Pada titik ini saya sudah sepenuhnya mantap di jalan saya dan saya hanya akan melihat ke mana arahnya," ujarnya. Ia mengakui bahwa kadang-kadang ia terkejut saat menyadari dirinya sudah berusia 82 tahun, namun ia lebih memilih untuk menikmati perjalanan hidup, terutama dengan kehadiran generasi penerus.
Bagi penggemar musik di Indonesia, kisah Keith Richards ini mungkin menjadi pengingat bahwa perubahan gaya hidup bisa terjadi di usia berapa pun. Meski identik dengan pesta pora dan narkoba, Richards membuktikan bahwa kesadaran akan kesehatan tetap bisa muncul, meski terlambat. Pertanyaannya, akankah para penggemar setianya, termasuk di Indonesia, meniru langkahnya untuk mulai hidup lebih sehat?



