Comeback Dramatis Jerman ke 32 Besar Piala Dunia 2026: Neuer Puji Semangat Tim
Baca dalam 60 detik
- Jerman memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menang 2-1 atas Pantai Gading berkat dwigol Deniz Undav di menit akhir.
- Pelatih Julian Nagelsmann melakukan tiga pergantian pemain sekaligus yang mengubah permainan dan membangkitkan semangat tim.
- Kemenangan ini membuktikan bahwa Jerman memiliki karakter dan semangat juang yang sempat diragukan, menurut para pemain.

Jerman memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah membalikkan ketertinggalan menjadi kemenangan 2-1 atas Pantai Gading di Toronto, Selasa (20/6) waktu setempat. Dwigol penyerang Deniz Undav pada 15 menit terakhir menjadi penentu kemenangan dramatis yang membuat skuad Julian Nagelsmann lolos dengan rekor sempurna di Grup E.
Pelatih Nagelsmann sebelumnya memperingatkan bahwa Pantai Gading akan menjadi lawan berat dengan fisik dan kecepatan mereka. Ramalan itu terbukti ketika Jerman tertinggal lebih dulu dan kesulitan menembus pertahanan lawan. Namun, keputusan berani Nagelsmann melakukan tiga pergantian pemain sekaligus pada babak kedua menjadi titik balik. “Kami butuh suntikan energi dan pelatih memberikannya melalui perubahan itu,” ujar kiper veteran Manuel Neuer, yang baru saja mencatat rekor penampilan terbanyak di Piala Dunia.
Gelandang Nadiem Amiri menegaskan bahwa kemenangan ini membungkam kritik yang selama ini dialamatkan pada tim. “Banyak yang bilang kami kurang karakter dan semangat tim, tapi 90 menit tadi membuktikan sebaliknya,” katanya. Neuer pun menambahkan, “Saya tidak bilang kami beruntung, karena kami pantas menang. Semua pemain bekerja keras.”
Meski menang, Jerman tampil kurang meyakinkan di babak pertama dan sempat tertekan. Pantai Gading gagal memanfaatkan peluang dari serangan balik cepat. “Ini bukan performa terbaik kami, tapi kami menghadapi lawan yang sangat bagus,” kata gelandang Jamie Leweling. Ia menambahkan bahwa kedalaman skuad menjadi kunci: “Kami punya pemain di bangku cadangan yang bisa mengubah jalannya pertandingan.”
Suasana di Stadion Toronto disebut Amiri luar biasa. “Para penggemar tidak sadar betapa besar dukungan mereka bagi kami. Stadion bergemuruh,” ujarnya. Ia juga memuji Undav sebagai “pembunuh di depan gawang” yang sangat berharga bagi tim. Undav sendiri mengaku kakinya sedikit cedera setelah terkena injakan saat selebrasi gol, namun ia merasa sangat bahagia. “Saya hanya butuh waktu untuk menyerap semuanya. Kami memulai Piala Dunia dengan hebat, semuanya terasa lebih mudah saat menang,” kata striker Stuttgart itu.
Bagi Indonesia, perjalanan Jerman di Piala Dunia 2026 ini menarik untuk diikuti karena beberapa pemain seperti Deniz Undav dan Aleksandar Pavlovic memiliki darah imigran Turki dan Balkan yang relevan dengan keragaman etnis di Indonesia. Pavlovic, gelandang Bayern Munich, menekankan bahwa laga seperti ini mempererat tim. “Momen seperti ini membuat kami tumbuh bersama sebagai tim. Perayaan bersama fans sungguh luar biasa,” ujarnya.
Dengan hasil imbang 0-0 antara Ekuador dan Curacao, Jerman kini duduk nyaman di puncak klasemen Grup E. Langkah berikutnya adalah menghadapi Ekuador di New York/New Jersey pada Kamis mendatang. Pertanyaan besarnya: mampukah Jerman mempertahankan performa impresif ini hingga fase gugur, atau justru kebangkitan dramatis ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju trofi?



